Di usianya yang ke-64 tahun, Polri masih berkutat dengan masalah pencitraan dan penilaian publik yang kurang baik. Padahal tahun 2010 ini adalah tahun terakhir dari tahap pertama Grand Strategi Polri, yakni Membangun Kepercayaan. Masih belum baiknya kepercayaan publik terhadap Polri tidak berdiri sendiri, melainkan ada kontribusi yang besar dari internal Polri. Situasi ini memang disikapi oleh Polri dengan adanya berbagai program yang berkaitan dengan upaya membangun pencitraan yang baik di mata masyarakat.
Berbagai program mulai dari Perpolisian Masyarakat (Polmas), pelayanan SIM dan STNK yang cepat dan nyaman hingga penyelesaian kasus yang lebih singkat dan tanpa pungli dibuat oleh Polri. Nyatanya pencitraan Polri belum beranjak baik, bahkan di tengah opini negatif publik, Kapolri mengeluarkan empat program unggulan (Quick Win) Polri. Program Quick Win ini meramu semua permasalahan yang berkaitan dengan keluhan-keluhan yang berkembang di masyarakat, mulai dari meminimalisir pungli di jalanan, pembuatan dokumen kendaraan, penyidikan, dan rekrutmen yang terbuka. Namun harus diakui bahwa program Quick Win secara institusi belum mampu memberikan efek yang positif bagi Polri. Bahkan cenderung program yang dikembangkan tersebut hanya bersifat sloganistis, nyatanya praktik pungli dan penyimpangan berkaitan dengan pelayanan Polri masih berlangsung hingga saat ini. Meski harus diakui bahwa ada berbagai perbaikan dalam pelayanan, namun tidak terlalu signifikan bagi perbaikan citra Polri di masyarakat.
Ada asumsi yang salah di pimpinan Polri berkaitan dengan masih belum baiknya pencitraan Polri di mata publik. Pimpinan Polri berpikir bahwa masalah pencitraan akan selesai dengan meluncurkan berbagai program yang terkait dengan pelayanan publik tanpa ada pengawasan yang efektif. Mengharapkan pengawasan yang melekat pada pimpinan di masing-masing tingkat kepolisian adalah sebagai langkah yang tidak tepat. Setidaknya bila dihubungkan dengan masih maraknya penyimpangan dan praktik yang melanggar norma-norma hukum dan kepatutatan di berbagai struktur mulai tingkat Satuan Induk Penuh (SIP) yakni Polda maupun Kesatuan Operasional Dasar (KOD) yakni Polres, dan ujung tombak operasional Polri, Polsek.
Sloganisme dan Pencitraan
Keberadaan berbagai program yang digulirkan oleh pimpinan Polri untuk mendongkrak citra baik Polri di masyarakat harus dimaknai sebagai niat baik Polri. Ada keinginan untuk melakukan perbaikan dan perubahan, meski tak dapat ditampikkan bahwa keberadaan program tersebut belum mampu memosisikan citra baik Polri di mata publik. Berbagai program tersebut pada dasarnya baik, hanya saja implementasinya tidak seperti yang diharapkan. Situasi ini pada akhirnya memosisikan Polri masih bercitra kurang baik di mata publik.
Keberadaan berbagai program tersebut membutuhkan prasyarat-prasyarat yang akan memuluskan jalan bagi berjalannya program-program tersebut agar tidak hanya sebatas sloganisme dan tidak menyelesaikan permasalahan. Adapun prasyarat tersebut adalah sebagai berikut: Pertama, program-program tersebut harus merupakan hasil dari kajian-kajian yang mendalam di internal Polri. Hal tersebut dimungkinkan agar program tersebut dapat terukur dalam program, baik dalam perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pengawasan yang efektif. Telah menjadi rahasia umum bahwa program-program yang dikeluarkan oleh pimpinan Polri hanya berdasarkan pada asumsi-asumsi yang bersifat elitis dan tidak membumi. Sehingga, pada pelaksanaan dan pengawasannya tidak dapat berjalan sesuai dengan harapan.
Kedua, program-program yang dikeluarkan oleh pimpinan Polri harus benar-benar memperhatikan dinamika masyarakat dan tersosialisasi dengan baik kepada pimpinan Polda, Polres, dan Polsek. Selain masalah pelayanan Polri yang terkait dengan pembuatan dokumen kendaraan, juga masalah penanganan kasus harus menjadi catatan penting bagi pimpinan Polri. Anggaran penanganan kasus yang terbatas dari anggaran APBN yang berkisar antara 4 juta hingga 12 juta perkasus membuka ruang bagi terjadinya jual beli kasus. Hal tersebut memosisikan pimpinan kepolisian setempat untuk melanggar berbagai aturan guna memenuhi anggaran operasional penanganan kasus. Situasi ini tentu saja membuat para pimpinan di Polda, Polres, maupun Polsek pada akhirnya terperangkap pada transaksi haram dan tidak sepatutnya, baik dengan kepala daerah, masyarakat dengan agenda tersembunyi, maupun pengusaha hitam.
Ketiga, dikeluarkannya program dan kebijakan yang terkait dengan hal tersebut harus benar-benar ditopang oleh sosialisasi dan pemenuhan fasilitas pendukung. Sebab tanpa hal tersebut, program-program yang ada hanya akan menjadi lahan baru bagi maraknya penyimpangan yang akan membenamkan pencitraan Polri di mata masyarakat. Sekedar ilustrasi misalnya, Mabes Polri telah memiliki Assesment Center di luar Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) Mabes Polri yang akan memberikan penilaian dan rekomendasi kepada Kapolri berkaitan dengan pengisian posisi di lingkungan Polri. Akan tetapi, keberadaan Assesment Center tersebut disinyalir hanya akan menambah daftar panjang maraknya pungli dan jual beli jabatan di internal Polri, karena belum jelasnya mekanisme.
Keempat, terlepas dari perdebatan belum adanya mekanisme pengawasan dan kendali terkait dengan operasional Polri di tingkat Polda, Polres, dan Polsek, maka dibutuhkan semacam penegasan yang tidak dapat ditunda lagi. Pilihannya hanya ada dua: merevitalisasi keberadaan Kompolnas dan mengupayakan pembentukannya hingga tingkat daerah, atau meminta DPRD setempat menjalankan fungsi pengawasannya. Bagi Polri yang merupakan kepolisian nasional, akan lebih mudah mengusulkan penguatan peran dan fungsi Kompolnas hingga ke daerah daripada meminta DPRD setempat melakukan pengawasannya.
Dari empat prasyarat tersebut, akan ada korelasi antara program yang dibuat dengan peningkatan pencitraan Polri di mata masyarakat. Sebab, ada komprehesifitas antara program yang dibuat, kesiapan anggota Polri dalam implementasinya, dengan tingkat kepuasan publik. Tanpa prasyarat-prasyarat tersebut di atas, maka setiap program yang digulirkan oleh Polri akan direspon negatif oleh masyarakat. Dan ujung-ujungnya program-program tersebut hanya bersifat sloganisme dan tidak benar-benar memberikan kontribusi terhadap perbaikan pencitraan Polri. Dirgahayu Polri ke-64!!!

219 comments
Comments feed for this article
August 9, 2010 at 6:03 pm
Jenggo
Mas muradi sy boleh gak minta no hp sampean krn sy tertarik dng tulisan sampean tentang reformasi polri/brimob dr militer menjadi sipil.
August 11, 2010 at 1:39 am
muradi
@ Jenggo: bleh aja,tapi saya tengah sekolah diluar, jadi apa masih perlu hape saya? kalo masih bisa kok diakses diblog ini, atau anda kirim email/Japri kesaya,apaemailnyapasti akan saya kirimkan. soal respon yang lama, mohon maaf tiga bulan terakhir saya sedang riset untuk studi saya,jadi rada susah akses internetnya.btw email saya: muradiclark@gmail.com
Sukses salam kenal<
MC
August 9, 2010 at 6:08 pm
Jenggo
Sy pengen menyampaikan unek2 dan usulan sy agar polri bs cpt bs menjadi polisi yg benar2 sipil krn banyak masyarakat umum masih blm bnyak tau klo sejak pisahnya polri dr ABRI/militer/TNI setatus polri adalah sipil/PNS
December 1, 2011 at 4:57 am
Sandy
tugas utama polisi adalah menjaga keamanan dalam negeri RI, dan yang namanya berhubungan dengan kemananan itu mesti memerlukan kemampuan fisik dan mental. mesti otak harus berperan besar juga. Polisi bukannya harus menjadi PNS, karena polisi adalah institusi sipil yang harus mengemban tugas militer (bukan mengemban tugas sipil dan juga bukan militer yang mengemban tugas sipil). Maka saya sangat tidak setuju jika polisi dirubah statusnya jadi PNS. Mereka adalah paramiliter, sangat berbeda dengan PNS biasa. Ingat, ini berkenaan dengan keamanan. SWAT adalah polisi, tetapi kerjaan mereka tugas yang mereka emban sama dengan militer. Tidak usah permasalahkan status mereka, yang penting citra mereka di mata masyarakat yang harus dikembalikan. Dijadikan PNS bukanlah cara untuk memperpaiki citra mereka, toh dimata masyarakat mereka tetaplah Polisi. Kita justru harus mendukung mereka, karena yang terjadi saat ini bukan lagi rongrongan dari luar (tugas tentara untuk mempertahankan negara), tetapi rongrongan dari dalam sendiri yang menjadi tugas Polri.
August 10, 2010 at 1:26 pm
Jenggo
Kq blm ada tanggapan ya dr mas muradi….?
August 11, 2010 at 11:24 am
Jenggo
Maaf sebelumnya mas tp sy tergolong orang gaptek jd mending via hp aja biar sy enak mengutarakan unek2 sy dan sapa tau bs jadi tulisan di blog mas muradi tentang perubahan polri setelah memilih pisah dengan ABRI/TNI/MILITER yg sy nilai masih setengah-setengah untuk melepas kultur militeristiknya terutama brimob.
August 13, 2010 at 12:34 am
Jenggo
Kq gda blsan dr mas muradi y…?
August 13, 2010 at 2:16 pm
@ji
Istilah TNI saudara tua dan POLRI saudara muda.
Mhn pencerahannya!
Setahu sy Polisi itu lebih dulu ada sblm TNI lahir dan sblm Bangsa ini merdeka tgl 17 Agustus 1945.
(Polisi waktu itu namanya belum POLRI)
Banyak masyarakat yg tidak tahu sejarah tentang Polri.
Apalagi rezim orde baru telah memutar balikkan sejarah.
sy berharap antara
TNI-Polri harmonis dan tdk ada lagi bentrokan antar oknum Tentara vs Polisi yg membuat negara tetangga terbahak2 melihatnya, dan
tidak ada lg kesatuan yg merasa paling kuat yg mengakibatkan kebanggaan korps yg sempit.
Jayalah selalu TNI dan Polri!
Militer dan Sipil serta rakyat sipil saling membutuhkan.
To Polri, sblmnya hrs intropeksi diri dan basmi oknum2 yg pungli/korup.
Barulah Polri bisa bnr2 dicintai rakyat.
KPK sdh berani ngobok2 Polri,
kapan giliran TNI?
Sepertinya KPK tdk akan berani memeriksa TNI.
September 2, 2010 at 4:10 am
Mbelgedes
masa sih Polisi lahir sebelum Republik ini lahir?, kapan dan dimana?..
tentara pun sudah ada sejak dulu…sudah ada yg di KNIL, PETA, HEIHO dsb
August 13, 2010 at 2:36 pm
@ji
Menurut sy Polri sdh berusaha menjadi sipil.
Tapi kok cuma Polri yg disorot militeristik.
Satpol PP, Pemadam Kebakaran, DLLAJ, Satgas Parpol dan ormas2 yg tdk jelas juntrungannya bergaya sprti militer pake barret kok didiamkan?
Mhn pencerahannya!
Selama TNI merasa lbh tua, lbh unggul, lbh profesional dan merasa lbh bersih dari Polri itu sah2 saja.
Dimanapun letak Polri baik dibawah Presiden atau dibawah Departement hrs bersih agar dicintai rakyat.
Citra Polri sampai skrg sngt buruk dimata rakyat.
TNI tunduk terhadap hukum militer, bkn berarti kebal terhadap hukum sipil.
Nah, apa TNI rela sewaktu2 diperiksa KPK atau Polisi sipil?
Semua kembali kepada diri masing2, krn semua manusia tidak ada yg sempurna dan semua manusia sama dimata Allah SWT.
August 14, 2010 at 1:36 am
Jenggo
@ji : kalau mas aji bilang polri lahir lebih dulu ketimbang tni sampean liat dr segi apa dulu.Kalau dr segi sejarah bangsa indonesia ya dr jaman kerajaan dulu sudah ada di sebut bala tentara yg berisi prajurit2 kerajaan yg skr disebut militer.Dan jaman kerajaan dulu semua pasukan/prajurit kerajaan adalah tentara kerajaan dng tugas dan fungsinya masing2.
August 14, 2010 at 4:33 am
Jenggo
@ji: begini mas kenapa polri masih di sorot militeristiknya bukannya pol pp,security,damkar,satgas parpok krn menurut sy polri menjadi panutan/contoh/tauladan bagi pol pp,security,damkar,satgas parpol krn mereka sama2 sipil jd ibarat kata ” Kalo polri aja g dilarang bergaya militer ato meniru militer ya kita(pol pp,security,damkar dll) jg gk boleh dilarang dong kan sama2 sipil”
August 14, 2010 at 4:51 am
Jenggo
Kalau ingin merubah paradikma polri menjadi polisi sipil ya sebaiknya kita rubah dr tingkatan paling rendah,Misal :
1.Memberikan doktrin yg benar kpn siswa2 calon brigadir/calon inspektur bahwa polri sekari ini bukan lg militer melainkan sipil/PNS
2.Polri harus segera mengganti golongan(perwira,bintara,tamtama) untuk disesuaikan dng golongan2 yg ada di PNS
3.Polri harus merubah NRP menjadi Nip sesuai dng instasi sipil lainnya
4.Polri harus meniadakan lg stik komando untuk jabatan kapolres keatas
5.Polri harus meniadakan lg tanda lis merah untuk jabatan komandan/kepala
6.Polri harus mengganti bentuk dan urutan kepangkatan yg menyerupai tni krn mulai bharada sampai jenderal pol bentuk dan urutannya sama dng tni meski kalau di polri letak smua pangkatnya ada di pundak
7.Polri hrs meniadakan nama pangkat yg diberi embel2 jenderal krn di RI ini mulai dr walikota,gubernur sampai mentri tidak ada yg mempunyai pangkat jenderal ato di sebut jenderal karena polri dan institusi sipil lainnya adalah sama2 PNS.
Ada yg berkenan memberi masukan….?
August 14, 2010 at 9:47 am
widya
Menurutku ada benarnya juga komentar mas @ji ini.
Menyimak dan membaca komentar mas Jenggo, sepertinya anda seorang Militer atau dari keluarga Tentara.
Terlihat anda begitu antusias utk merubah polri menjadi lemah.
Coba anda study banding tentang organisasi kepolisian diberbagai negara dan coba anda melihat sejarah polri sebenarnya.
Saran mas Jenggo, maaf… terlalu menilai polisi itu kecil dan sepertinya polri itu tidak ada apa-apanya dibanding militer/tni.
Ada beberapa pihak yg dgn dalih polisi itu sipil jadi hrs sprti pns biasa…
Pihak-pihak tsb ingin melemahkan institusi polri.
August 14, 2010 at 10:18 am
widya
Organisasi Kepolisian diberbagai negara berbeda-beda.
Ada yg dibawah Departemen dalam negeri, Departemen kehakiman dan ada juga yg berdiri sendiri sbg Polisi Nasional.
Utk kepangkatan Polisi diberbagai negara ada yg mirip dengan Tentara dan ada tidak sama persis.
Bahkan di Amerika, Fire Dept. memakai kepangkatan spt Tentara.
Di Indonesia, pada jaman Orba Tentara/Militer/TNI khususnya TNI-AD, begitu luas kewenangan dan fungsinya.
Nah, sejak reformasi sdh berubah dan msh ada oknum Tentara/TNI dilevel bawah sampai atas yg tdk menerima kenyataan ini.
Dinegara manapun didunia, tidak ada yang namanya Komando teritorial bagi Militer ditingkat Provinsi kebawah.
Semua Militer adanya dibarak.
Apalagi kondisi negara sedang tidak perang.
Dengan kondisi geografis Indonesia, seharusnya yg diperkuat itu
TNI-AL dan TNI-AU.
Karena pihak asing akan menyerang pasti dari Laut dan Udara terlebih dulu.
Tidak perlu saya jelaskan disini….
August 14, 2010 at 10:28 am
ono opo
GIMANA KALO
TNI DIBAWAH POLRI ?
KEBALIKAN DARI JAMAN CING ATO DONG !
ATAU BUBARIN AJA POLRI, GANTI SAMA HANSIP BERSENJATA.
Wkwkwkwk.
August 14, 2010 at 10:42 am
Handy
Aparat Negara
TNI-POLRI, PNS harus benar2 bersih dari KKN.
TNI-POLRI dan PNS harus profesional sesuai fungsi tugasnya masing2.
Gimana bangsa ini mau maju, kalau msh ada saja bentrokan antar kesatuan TNI-POLRI.
TNI tunduk kepada hukum militer/peradilan militer & dlm kondisi tertentu harus tunduk kepada hukum sipil & peradilan umum.
POLRI telah menjadi Polisi Sipil hanya tunduk kepada hukum sipil & peradilan umum.
PNS pun tunduk kepada hukum sipil & peradilan umum.
August 14, 2010 at 11:23 am
widya
@Mas Jenggo,
Kok bawa2 sejarah kerajaan? Jauh amat Mas.
Ada baiknya Mas Jenggo baca dulu sejarah kemerdekaan n sejarah lahirnya TNI n Polri.
Diatas kertas memang TNI lbh dulu lahir dari Polri.
TNI berdiri 5 Oktober 1945,
Polri berdiri 1 Juli 1946.
Maksudnya Mas @ji mungkin bgni,
Pada tgl 17 Agustus 1945, kesatuan Polisi Istimewa menjadi satu2nya kesatuan yg sdh terorganisir rapih sblm adanya BKR, TKR.
2 hari setelah kemerdekaan, tepatnya tgl 19 Agustus 1945 Kesatuan Polisi Istimewa ini mendeklarasikan diri menjadi Polisi Indonesia.
Pada jaman penjajahan Jepang dulu dibentuk yg namanya Polisi Istimewa dan juga PETA. Setelah Jepang kalah perang, kesatuan2 bentukan Jepang dilucuti senjatanya, kecuali Kesatuan Polisi ini tdk dilucuti senjatanya.
Kesatuan Polisi Istimewa ini adalah cikal bakal Korps Brimob/Mobrig n cikal bakal Polri umumnya.
Sayangnya, bnyk orang yg tidak mengetahui ini dan kalaupun tahu orang mungkin tdk perduli trhdp sejarah Polri n perannya dlm merebut kemerdekaan bangsa ini.
Krn selalu TNI yg dijadikan patokan pada jaman kemerdekaan.
Memang benar Orde baru telah memutar balikkan sejarah.
Cobalah anda lht diinternet tentang sejarah Polri.
Kenapa orang tdk perduli dgn sejarah Polri?
Mungkin krn berpuluh2 tahun sejak jaman orde baru-skrg, Polri benar2 sngt buruk citranya dimata rakyat. Ditambah TNI yg slalu dianak emaskan Suharto, seolah Polri dibiarkan terpuruk. Beda dgn jaman kemerdekaan sampai jaman Sukarno dulu.
Sejak Jaman reformasi, Polri berusaha menjadi mandiri ditengah citranya yg semakin jelek dimata rakyat.
Polri harus intropeksi diri n berbenah diri n harus bnr2 bersih dari pungli n KKN.
Tapi justru dlm keadaan ini ada pihak yg ingin melemahkan n menganggap kecil/remeh Polri, seolah tdk rela kalo Polri menjadi mandiri. Dan selama Militer disini merasa lbh kuat/merasa lbh bersih dari Polri, akan terus trjadi bentrokan antar kesatuan.
Kalo saja KPK diberi kewenangan memeriksa TNI, akan terbongkar borok2 TNI.
August 14, 2010 at 12:22 pm
Jenggo
Widya: sy tergolong org yg kurang paham/lancar mengunakan alat2 elektronik(komputer/laptop) jd mending lebih enak bertukar ilmu dan pendapat mas/mbak widya lampirkan no hp aja kan gk ribet2 lg mengetik2 lg,itu kalau mau.Trima kasih
August 14, 2010 at 10:19 pm
Bowo
^
@
Kalau minta nomor HP disini kurang etis loh, nomor HP itu privasi.
Tujuan Blogg ini dibuat dan artikel Bloggernya ditulis utk sharring didunia maya/internet. Makanya ada komentar dari pengunjung blogg ini dan saling share komentar dibalas komentar via blogg ini. entah itu dari komputer, laptop atau handphone.
Yang pasti Blogg wordpress beda dengan Facebook.
Facebook lebih detail dalam identitas si Facebookers.
Tapi ingat, jangan tampilkan nmr telepon/alamat email anda bgtu saja.
Untuk alamat email paling gampang disalah gunakan.
Contohnya, bisa saja saya komentar diartikel Blogg ini memakai alamat email orang atau alamat email asal.
Jadi, berhati-hatilah.
Jangan gampang menunjukkan nmr telepon/alamat email anda kepada orang yg tdk anda kenal.
Baik itu didunia maya atau didunia nyata.
August 14, 2010 at 10:30 pm
Jenggo
@Jenggo yang diatas :
Klo ente ngga mau ribet ya jangan mampir en comment disini Juragan.
Mslh gaptek, gue jg gaptek tp bs belajar dari sini.
Engga ada tuh istilah ribet bagi peselancar intrnet. Malah baru kali ini gue baca comment pake ribet segala.
August 14, 2010 at 10:35 pm
Jenggo Juga
Nyundul Gan.
Kena luh.
soktau.com
August 14, 2010 at 10:42 pm
Ranger
Kalau nama Juragan2 tidak mau dikloning orang,
Lbh baik pake avatar, daftar di
http://www.gravatar.com
atou
Login/register juga di wordpress.
Komentar akan lebih asyik dan bisa dipertanggung jawabkan.
August 15, 2010 at 6:38 am
Boim
^_^
August 15, 2010 at 8:17 pm
Mbelgedes
liat saja slogan independensi, dan profesionalitas yg didengung2ngkan sejak setelah reformasi…
apa hasilnya???
Korupsi, kolusi, makelar kasus, rekayasa kasus dll dll dll
Terorisme??, jika bukan karena pelatihan dan bantuan dari AS dan Aussie, Densus wolu-wolu gak bakal kaya gini
August 15, 2010 at 9:19 pm
Boim
Numpang nyimak rek….
August 16, 2010 at 1:24 am
Upin Ipin
Indon banyak utang sangat, maka kamu orang gampang diintervensi asing.
Kamu orang lucu sangat, mana ada didunia polis and tentara ribut, cuma ada dibangsa bodoh Indon.
Military dikami tunduk pada Civil.
Sudahlah jangan banyak cakap, pikirkan bangsa kamu orang yang gampang diprovokasi.
August 31, 2010 at 6:15 am
harmanza
@upin ipin
Malingshit brengsek, military kalian takluk sama british.Kemerdekaan dari British.Kapan kalian pernah angkat senjata melawan British?
Military tuan tunduk pada civil karena cuma bisa pegang bedil
Ingatkah tuan insiden 13 Mei 1969, kerusuhan rasial paling memalukan dalam sejarah Malaysia, agen polis melayu saling serang dengan agen polis etnis lain. Kalian bangsa cilaka tak bisa akur dengan sesama
Tak usah tuan banyak cakap, kami negeri punya cara
Negeri tuan bual macam ni, siap2 nak accused sodomi macam cik Anwar Ibrahim atw arrested macam Raja Petra.Jadi tak usah merasa hebat lah!!
August 16, 2010 at 2:02 am
Joko
@Mbelgedes,
Perlu wktu lama utk mmbasmi korupsi dinegeri ini.
Ingat, rezim militer jaman Soeharto pun selama 32 tahun menggerogoti kekayaan bangsa ini sampai skrg blm terungkap.
Sdh tdk trhitung Pelanggaran HAM & Penyalah gunaan kewenangan serta KKN yg dilakukan Militer dijaman Orde Baru, dan ingat…. sampai skrg pun blm terungkap.
Bangsa ini terpuruk gara2 siapa?
Pemberontakan2 bersenjata yg terjadi dan kudeta yg terjadi dinegeri ini ketika jaman Soekarno itu perbuatan Oknum2 Tentara pada wktu itu.
Aku termasuk orang yg pesimis dan benci thdp Polri mandiri.
Tp aku ingat, dinegeri ini Tentara selalu meremehkan Polisi dan aparat hukum sipilnya.
-
Makelar kasus dan korupsi ditubuh Polri telah dibongkar oleh pihak2 luar Polri, krn dlm hal ini lembaga Polri itu bnyk yg mengontrol dan mengawasinya, trmasuk rakyat bs lngsung mengawasi & menilai Polisinya. Masyarakat bisa langsung melaporkan oknum2 POLISI yg AROGAN & KORUP disekitarnya.
Itu bedanya, knpa Polri bgtu disorot serta gampang ketahuan belangnya.
Krn bnyk mata mengawasinya.
Kalaupun Polri tetap ‘dablek’ terus & tdk pnya malu, kita sbg rakyat Indonesia tinggal nuntut agar Polri dibubarkan saja.
-
Beda dgn TNI, Siapa yg brani mengungkap kejahatan korupsi di TNI ?
TNI saja dgn tegas menolak diperiksa oleh KPK.
Orang sipil mana yg brani memeriksa & menangkap TNI ?
Kapuspen TNI dulu, Marsda TNI Sagom pernah menolak keras kalau Polri diberi kewenangan menyidik TNI.
Msh ingat kasus2 orang hilang dari aktivis/LSM, sampai skrg tdk trungkap trmasuk kasus Munir.
September 2, 2010 at 3:34 am
Mbelgedes
Betul itu, korupsi perlu waktu lama untuk diberantas…
tapi bukankah untuk menyapu lantai, sapu itu harus bersih??
Kenapa masih menutup mata jika memang ada korupsi dan kolusi di tubuh kepolisian..sejak thn 2005, PPATk menyerahkan nama2 PATI Polri yg berharta ratusan milyar…ada di urutan pertama yg sekarang menjadi dubes Rp…
Kalau bicara bangsa terpuruk, setiap masa ada sisi baik dan buruknya
Soekarno?..beliau proklamator, bapak pemersatu bangsa..tetapi apa kita juga tutup mata pada keterpurukan ekonomi saat beliau memimpin?, hyperinflasi hingga 650%, korupsi juga ada dimana2.
Soeharto?..jgn lupa beliua juga punya jasa terhadap negeri ini. betul pemerintahannya sarat KKN. tetapi apa ada negara yg berani macam2 ke Indonesia saat itu?
Siapa bilang TNI tidak mau diaudit…diaudit juga oleh BPK, siapa bilang tidak ada yg disidik?…dirut Asabri yg bintang 2 itu sekarang jadi terdakawa, karena kasus korupsi.
TNI mau disidik kepolisian?…di AS pun, Militer disidik oleh biro internal CID.
TNI tidak menolak disidik, dan di bawa ke peradilan umum..hanya saja penyidik dan penuntutnya adalah koneksitas..bekerja sama dengan PM, atau Oditur Militer.
Lagipula Undang2nya belum ada kan?
Munir???
Kalau Polisi bisa membuktikan dgn bukti2 yg jelas..saya yakin Hakim tidak akan melepaskan Muchdi PR, dan akan menghukum yg lain2…
Makanya, nyari bukti yg pinter…ini akibatnya karena kebanyakan “load” kerja…semua2 mau “dimakan” sendiri sih
Fokus saja ke penegakan hukum kriminalitas…cari bukti yg pinter macam FBI…biar kasus2 bisa tuntas di pengadilan.
Bukannya rekayasa alat bukti
August 16, 2010 at 2:26 am
widya
Ada pihak yg menganggap kalau Polri diberi kewenangan luas dan struktrur Polri dibawah Presiden langsung, maka akan semakin sulit mengawasi dan mengontrolnya.
Pdhl walaupun Polri ditempatkan dimanapun bahkan kalaupun strukturnya independent dan kalaupun ditempatkan sejajar dengan Presiden sekalipun, lembaga Polri tetap mudah dan banyak yg mengawasinya, jd knpa pihak2 tsb takut kalau Polri mandiri, (apa pihak2 tsb takut tersaingi?). Yg jls tdk ada istilah persaingan antar Militer dan Sipil.
Sejelek-jeleknya citra Polri dimata rakyat serta Makelar kasus, KKN, arogan dan seburuk-buruknya kelakuan kebanyakan oknum anggota Polri….
tapi mereka sbg Polisi Sipil sangat mudah diminta pertanggung jawaban oleh Pemerintah, DPR, Pengadilan dan Lembaga2 Pengawas Kepolisian.
September 2, 2010 at 4:16 am
Ooo ya
oya???
siapa yg mengawasi, dan bagaimana bentuknya?
Propam?…alaah…itu kan bukan korps penegak hukum internal, bisa saja saya yg dulunya lantas, atau serse, masuk propam, trus keluar lagi…
seperti sekarang…siapa yg berani menghukum?
sudah baca laporan PPATK thn 2005 belum?, itu jauh sebelum laporan tempo yg bikin hebih kemarin..jadi bukan barang baru.
August 16, 2010 at 2:32 am
Unyil
@upin ipin : kamu Malaysia ya? Mhn kamu jgn ikut campur disini, ini urusan intern bangsa Indonesia.
August 16, 2010 at 2:35 am
widya
Ada pihak yg menganggap kalau Polri diberi kewenangan luas dan struktrur Polri dibawah Presiden langsung, maka akan semakin sulit mengawasi dan mengontrolnya.
Pdhl walaupun Polri ditempatkan dimanapun bahkan kalaupun strukturnya independent dan kalaupun ditempatkan sejajar dengan Presiden sekalipun, lembaga Polri tetap mudah dikontrol dan banyak yg mengawasinya, jd knpa pihak2 tsb takut kalau Polri mandiri, (apa pihak2 tsb takut tersaingi?). Yg jls tdk ada istilah persaingan antar Militer dan Sipil.
Sejelek-jeleknya citra Polri dimata rakyat serta Makelar kasus, KKN, arogan dan seburuk-buruknya kelakuan kebanyakan oknum anggota Polri….
tapi mereka sbg Polisi Sipil sangat mudah diminta pertanggung jawaban oleh Pemerintah, DPR, Pengadilan dan Lembaga2 Pengawas Kepolisian.
August 16, 2010 at 2:37 am
Joko
Perlu wktu lama utk mmbasmi korupsi dinegeri ini.
KKN bukan cuma ditubuh Polri….
Ingat, rezim militer jaman Soeharto pun selama 32 tahun menggerogoti kekayaan bangsa ini sampai skrg blm terungkap.
Sdh tdk trhitung Pelanggaran HAM & Penyalah gunaan kewenangan serta KKN yg dilakukan Militer dijaman Orde Baru, dan ingat…. sampai skrg pun blm terungkap.
Bangsa ini terpuruk gara2 siapa?
Pemberontakan2 bersenjata yg terjadi dan kudeta yg terjadi dinegeri ini ketika jaman Soekarno itu perbuatan Oknum2 Tentara pada wktu itu.
Aku termasuk orang yg pesimis dan benci thdp Polri mandiri.
Tp aku ingat, dinegeri ini Tentara selalu meremehkan Polisi dan aparat hukum sipilnya.
-
Makelar kasus dan korupsi ditubuh Polri telah dibongkar oleh pihak2 luar Polri, krn dlm hal ini lembaga Polri itu bnyk yg mengontrol dan mengawasinya, trmasuk rakyat bs lngsung mengawasi & menilai Polisinya. Masyarakat bisa langsung melaporkan oknum2 POLISI yg AROGAN & KORUP disekitarnya.
Itu bedanya, knpa Polri bgtu disorot serta gampang ketahuan belangnya.
Krn bnyk mata mengawasinya.
Kalaupun Polri tetap ‘dablek’ terus & tdk pnya malu, kita sbg rakyat Indonesia tinggal nuntut agar Polri dibubarkan saja.
-
Beda dgn TNI, Siapa yg brani mengungkap kejahatan korupsi di TNI ?
TNI saja dgn tegas menolak diperiksa oleh KPK.
Orang sipil mana yg brani memeriksa & menangkap TNI ?
Kapuspen TNI dulu, Marsda TNI Sagom pernah menolak keras kalau Polri diberi kewenangan menyidik TNI.
Msh ingat kasus2 orang hilang dari aktivis/LSM, sampai skrg tdk trungkap trmasuk kasus Munir.
September 2, 2010 at 3:35 am
Mbelgedes
Betul itu, korupsi perlu waktu lama untuk diberantas…
tapi bukankah untuk menyapu lantai, sapu itu harus bersih??
Kenapa masih menutup mata jika memang ada korupsi dan kolusi di tubuh kepolisian..sejak thn 2005, PPATk menyerahkan nama2 PATI Polri yg berharta ratusan milyar…ada di urutan pertama yg sekarang menjadi dubes Rp…
Kalau bicara bangsa terpuruk, setiap masa ada sisi baik dan buruknya
Soekarno?..beliau proklamator, bapak pemersatu bangsa..tetapi apa kita juga tutup mata pada keterpurukan ekonomi saat beliau memimpin?, hyperinflasi hingga 650%, korupsi juga ada dimana2.
Soeharto?..jgn lupa beliua juga punya jasa terhadap negeri ini. betul pemerintahannya sarat KKN. tetapi apa ada negara yg berani macam2 ke Indonesia saat itu?
Siapa bilang TNI tidak mau diaudit…diaudit juga oleh BPK, siapa bilang tidak ada yg disidik?…dirut Asabri yg bintang 2 itu sekarang jadi terdakawa, karena kasus korupsi.
TNI mau disidik kepolisian?…di AS pun, Militer disidik oleh biro internal CID.
TNI tidak menolak disidik, dan di bawa ke peradilan umum..hanya saja penyidik dan penuntutnya adalah koneksitas..bekerja sama dengan PM, atau Oditur Militer.
Lagipula Undang2nya belum ada kan?
Munir???
Kalau Polisi bisa membuktikan dgn bukti2 yg jelas..saya yakin Hakim tidak akan melepaskan Muchdi PR, dan akan menghukum yg lain2…
Makanya, nyari bukti yg pinter…ini akibatnya karena kebanyakan “load” kerja…semua2 mau “dimakan” sendiri sih
Fokus saja ke penegakan hukum kriminalitas…cari bukti yg pinter macam FBI…biar kasus2 bisa tuntas di pengadilan.
Bukannya rekayasa alat bukti
August 16, 2010 at 2:56 am
Tino
Yng bilang komentar trlalu mremehkn & mngecilkn POLRI tapi orang ini jg sdh jelas bgt kalo dia sndri nganggap remeh POLRI.
August 16, 2010 at 9:07 am
Boim
Sy kurang sependapat kalo komentar2 yg di tujukan ke polri itu dianggap meremehkan polri tp itu adalah bagian kepedulian masyarakat yg mendambakan polri menuju profesionalisme dan menjadi polisi sipil yg benar2 sipil.
August 16, 2010 at 10:34 am
Boim
Kira2 polri mau gak ya memakai gol(I,II,III,IV) dan kepangkatan yg sama dng pegawai negri sipil(pemprov,pemda,dllaj) lainnya……..?
August 16, 2010 at 11:38 pm
Mr.POW
Polri ibarat anak bermain air “di bilang basah tp hanya sebatas pinggang,di bilang kering tp hanya perut keatas” mksdnya dibilang militer kok udah bkn bagian dr abri/tni tp kalo dibilang sipil kok masih suka meniru apa yg ada di militer (bentuk pangkat,golongan,atribut dll) jd bingung aku……???????
August 17, 2010 at 9:55 am
Mr.POW
Widya: menurut anda pendapat mas jenggo melemahkan polri,anda melihat dr sudut pandang apa…?
Yg dimaksud mas jenggo hanya merubah penampilan polri baik dr kepangkatan,golongan dan atribut sy rasa masih ikut2 atau meniru militer.Kalau urusan tugas,tanggung jawab dan wewenang untuk polri saat ini saya rasa sudah pas dan tepat.Jd apa karena polri tidak lg menggunakan golongan perwira,bintara,tamtama dan pangkat yg menyerupai kepangkatan TNI dan atribut yg berbau militer terus polri akan menjadi lemah.Kalau sy nelihat anda ini anggota polri atau dr keluarga polri…?
Aya…Aya Wae…
August 17, 2010 at 10:00 am
Mr.POW
Katanya ingin merubah kultur militeristik polri menjadi lebih humanis,ramah dan tdk terlihat sangar tp kok yo masih ada yg tdk berkenan.
Bingung aku……….!!!!
August 17, 2010 at 11:15 am
widya
^
gampangnya begini deh mas.
anda lihat wajah polisi diseluruh dunia itu bagaimana, jelas bukan militerkan.
pemahaman orang Indonesia sebagian beranggapan yang selalu bersenjata atau pakai atribut kepangkatan itu selalu militer/tentara/angkatan bersenjata
itu yang banyak orang salah kaprah tentang pemahaman ini.
mungkin mereka mengkaitkan dulu polri gabung dgn tni. jd bgtu pisah dari abri/tni harus spt pns biasa.
polisi didunia manapun jelas sipil mas, tapi bukan berarti polisi itu sipil harus brpenampilan sprti sipil biasa.
maaf saya bukan anggota/keluarga polri/tni atau pns. saya cuma orang sipil biasa.
ingat saja budaya militer itu bgtu melekat dibenak sbgn rakyat Indonesia dan polri jg dikait2kan masuk dlm budaya militer itu sndiri, jd maunya sbgn orang yg menganggap itu mengatakan, kalau skrg polri sdh pisah dari tni/abri jadi jgn ikutan pakai kepangkatan/atribut spt tentara.
walah… itu sdh jelas salah kaprah yg luar biasa dan terjadi hanya di Indonesia tercinta ini.
begini saja enaknya, anggap lah polri benar2 tidak memakai atribut/kepangkatan/senjata/embel2 yg selalu dikatakan niru2 militer.
nah, terus tugas kamdagrinya diambil tentara. jadi polri cuma mengurusi proses pra peradilan/penegakan hukum sipil. ya maunya militer dan sebagian kalangan bgtu.
okelah kalau maunya bgtu, tapi tentara walaupun punya peradilan militer juga dlm kondisi tertentu harus tunduk trhdp peradilan sipil dan harus mau disidik polisi sipil.
tdk ada yg kebal hukum dinegara hukum ini.
pertanyaannya, apa militer dinegara ini mau disidik polisi sipil dan dlm keadaan trtentu tunduk pada hukum sipil?
Polri sdh disidik KPK, tapi TNI menolak disidik KPK dan jelas2 dulu Kapuspen TNI, Marda TNI Sagom mengatakan, TNI menolak kalau harus disidik Polisi.
Nah kan, tolak ukurnya bgtu mas.
Jadi harus dilihat dari banyak hal dan sudut pandang luas.
Coba anda simak kembali komentar saya dari atas sampai bawah.
Kalau ada komentar2 yg salah, saya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar2nya.
Salam.
August 17, 2010 at 11:32 am
widya
tambahan,
tolak ukur pemahaman saya ini bukan berarti mewakili institusi Polri loh dan mungkin orang mengira saya anggota/keluarga Polri.
saya bukan bagian dari mereka, saya hanya orang sipil biasa dan lepas dari yg namanya
TNI/POLRI/PNS.
Mhn maaf kalau saya menganggap @mas Jenggo itu dari anggota/keluarga TNI.
Lalu, pemahaman saya bukan berarti membanding2kan TNI dan Polri, bukan juga membela/menyudutkan TNI dan Polri.
saya senang orang banyak yg kritis tapi harus realistis dan melihat keadaan secara luas/global.
Seperti apapun wajah/slogan Polri, bukan buat menandingi kekuatan TNI.
Ingat itu, walaupun ada saja persaingan dan gesekan antara mereka.
Semua berpulang kepada diri masing2, krn tidak ada lagi yg merasa paling kuat atau paling Ter…ter diantara keduanya dan semua lembaga dinegara ini.
Semua manusia sama dimata Allah SWT.
August 17, 2010 at 11:51 am
widya
coba Juragan2 yg ada disini mampir ke website TNI AU,
komentar2 disana jelas2 parah dan begitu adanya.
Ngeri aku bacanya.
Judulnya website TNI AU, tapi sempat jadi tempat komentar anggota TNI AD yg jelas2 meremehkan Polri termasuk mrka menginginkan yg namanya Brimob dibubarkan saja. Mereka menganggap Brimob itu banci dan Polisi itu remeh.
Jelas2 mrka yg komentar diweb TNI AU tsbt mengaku anggota TNI AD bahkan mrka ada yg mengaku Perwira, tp komentarnya apa yg saya sebutkan.
Jadi jelas kan?
Pemahaman saya diatas terbentuk dari membaca komentar2 mrka diwebsite tsb.
Coba kunjungi website tsb dan Pak Muradi pun pasti tahu dan mungkin juga pernah komentar disana, tapi komentar beliau (Pak Muradi) pastinya santun.
@Pak Muradi, betulkan Pak?
Hehehe…
Salam kenal ya Juragan.
August 17, 2010 at 12:07 pm
widya
Mungkin saya yg paling banyak kritis disini,
Ini didunia maya loh, kita cuma baca dan brkomentar sesuka kita.
Didunia nyata,
Mungkin saya tidak akan berani mengatakan ini.
sayapun pernah punya pengalaman melihat tingkah laku oknum Anggota TNI/POLRI yg arogan, pungli dan sbgnya yg tdk pantas disebutkan disini. Tp saya yakin itu semua cuma perbuatan segelintir Oknum nakal dan tdk mewakili Lembaga/Institusi/Korps/Kesatuan’nya.
Jadi rakyat cuma bisa menilai mana yang baik/buruk.
Yg jelas yang baik2 pasti tidak disebutkan dan yang buruk pasti jadi bahan ocehan.
hehehe…
Semoga saja ada petinggi Negara ini/petinggi TNI-POLRI yg baca komentar bodoh sy ini.
August 17, 2010 at 12:19 pm
widya
tambahan,
tolak ukur pemahaman saya ini bukan berarti mewakili institusi Polri loh dan mungkin orang mengira saya anggota/keluarga Polri.
saya bukan bagian dari mereka, saya hanya orang sipil biasa dan lepas dari yg namanya
TNI/POLRI/PNS.
Mhn maaf kalau saya menganggap @mas Jenggo itu dari anggota/keluarga TNI.
Lalu, pemahaman saya bukan berarti membanding2kan TNI dan Polri, bukan juga membela/menyudutkan TNI dan Polri.
saya senang orang banyak yg kritis tapi harus realistis dan melihat keadaan secara luas/global.
Seperti apapun wajah/slogan Polri, bukan buat menandingi kekuatan TNI.
Ingat itu, walaupun ada saja persaingan dan gesekan antara mereka.
Semua berpulang kepada diri masing2, krn tidak ada lagi yg merasa paling kuat atau paling Ter…ter diantara keduanya dan semua lembaga dinegara ini.
Semua manusia sama dimata Allah SWT…
August 17, 2010 at 12:21 pm
widya
^
gampangnya begini deh mas.
anda lihat wajah polisi diseluruh dunia itu bagaimana, jelas bukan militerkan.
pemahaman orang Indonesia sebagian beranggapan yang selalu bersenjata atau pakai atribut kepangkatan itu selalu militer/tentara/angkatan bersenjata
itu yang banyak orang salah kaprah tentang pemahaman ini.
mungkin mereka mengkaitkan dulu polri gabung dgn tni. jd bgtu pisah dari abri/tni harus spt pns biasa.
polisi didunia manapun jelas sipil mas, tapi bukan berarti polisi itu sipil harus brpenampilan sprti sipil biasa.
maaf saya bukan anggota/keluarga polri/tni atau pns. saya cuma orang sipil biasa.
ingat saja budaya militer itu bgtu melekat dibenak sbgn rakyat Indonesia dan polri jg dikait2kan masuk dlm budaya militer itu sndiri, jd maunya sbgn orang yg menganggap itu mengatakan, kalau skrg polri sdh pisah dari tni/abri jadi jgn ikutan pakai kepangkatan/atribut spt tentara.
walah… itu sdh jelas salah kaprah yg luar biasa dan terjadi hanya di Indonesia tercinta ini.
begini saja enaknya, anggap lah polri benar2 tidak memakai atribut/kepangkatan/senjata/embel2 yg selalu dikatakan niru2 militer.
nah, terus tugas kamdagrinya diambil tentara. jadi polri cuma mengurusi proses pra peradilan/penegakan hukum sipil. ya maunya militer dan sebagian kalangan bgtu.
okelah kalau maunya bgtu, tapi tentara walaupun punya peradilan militer juga dlm kondisi tertentu harus tunduk trhdp peradilan sipil dan harus mau disidik polisi sipil.
tdk ada yg kebal hukum dinegara hukum ini.
pertanyaannya, apa militer dinegara ini mau disidik polisi sipil dan dlm keadaan trtentu tunduk pada hukum sipil?
Polri sdh disidik KPK, tapi TNI menolak disidik KPK dan jelas2 dulu Kapuspen TNI, Marda TNI Sagom mengatakan, TNI menolak kalau harus disidik Polisi.
Nah kan, tolak ukurnya bgtu mas.
Jadi harus dilihat dari banyak hal dan sudut pandang luas.
Coba anda simak kembali komentar saya dari atas sampai bawah.
Kalau ada komentar2 yg salah, saya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar2nya.
Salam
September 2, 2010 at 4:07 am
Mbelgedes
lha, kan sudah jelas…karena tidak ada UUnya anggota TNI disidik Polisi
disidik KPK?..sudah ada tuh, jenderal bintang dua mantan dirut Asabri, sekarang jadi terdakwa…
August 17, 2010 at 12:27 pm
widya
^
Walah, kok jadi double trs komentarku.
Maaf Pak Muradi dan Juragan semuanya,
Komentar saya diatas double terus.
Salah pencet laptop,
Hehehe…
August 17, 2010 at 1:11 pm
Mr.POW
Widya: oala kok yo blm mudeng juga tho sama maksud sy,begino lho mbak/mas maksud sy untuk tugas,tanggung jawab,kewenangan dan kemampuan beserta persenjataan polri itu gak usah di rubah krn sudah pas,tepat dan sesuai dng tuntutan reformasi justru untuk masalah kemampuan polri hrs lebih di tingkatkan mungkin dlm hal pelayanan,penggulangan teroris dll tp ini yg di rubah dalam hal seragam/atribut/uniform nya ya misalnya menyesuakan gol polri dng golongan PNS lainnya(Gol I,II,III,IV) dan merubah bentuk urutan kepangkatan polri yg menyerupai TNI juga atribut/uniform lain yg menyerupai militer/TNI.
August 17, 2010 at 1:22 pm
Mr.POW
Paling tidak polri itu harus suportif tho….
Kalo udah klwar dr militer ya mbok legowo menanggalkan hal2 yg berbau militer,kan statusnya udah sipil/PNS.Sy kasih contoh: seorang anggota polri berpangkat ipda/brigpda dng th lulusan 2006 akan merasa 1liting/angkatan dng anggota TNI dng pangkat letda/serda padahal ya jelas nggak nyambung PNS 1liting/angkatan dng militer.Garis komandonya dr mana,tar bisa2 PNS dng golongan 1/2 merasa 1liting/angkatan lg dng militer,lebih parahnya minta nama golongannya(perwira,bintara,tamtama) disamakan dng TNI krn berpatokan pd polri.
August 17, 2010 at 2:21 pm
Mr.POW
Menurut sy WNI yg dng suka rela menjadi TNI demi nusa dan bangsa selain mengabdi mereka juga pasti ingin memiliki kebanggaan tersendiri yg yaitu merubah golongan dr sipil menjadi militer.Sedangkan di militer itu sendiri terdapat ciri khas yg tdk dimiliki sipil,contoh:
1.TNI mempunyai golongan perwira,bintara,tamtama yg tdk ada pjda sipil
2.TNI memiliki ciri khas bentuk dan urutan kepangkatan yg tdk ada pada sipil
3.TNI mempunyai tanda2 untuk jabatan komandan/panglima,misal: stik komando,lencana,lis merah pd pangkat
4.TNI mempunyai ciri khas atribut/uniform yg tdk diperuntukkan untuk kalangan sipil
Apa bila dr 4 hal yg sy sebutkan diatas ditiru,digunakan,di legalkan penggunaannya oleh sipil maka akan timbul rasa kekecewaan TNI krn apa yg selama ini di banggakan dan menjadi ciri khas banya atau ditiru/digunakan sipil.Yg lebih parahnya lg secara tdk langsung akan mengurangi rasa kebanggaan setiap prajurit TNI mengingat cara menempuh/mendapatkannya tdk gampang dan sangat getir.
August 17, 2010 at 3:14 pm
jaja
To Mr.POW, ane perhatiin en nyimak bae-bae kalo ente yg ga mudeg ame komennye mba/mas widya.
Knpe ane bilang bgtu, stlh ane amatin en baca ulang, komen widya lbg lugas en bisa masuk akal jg dilht dari sisi perbandingannya dgn Police didunia.
Tp ente kok bersikukuh tetep mmpertahankan argument nyang ntu-ntu aje.
ane pikir juge bgtu.
Emangnye didunia ini dinegara manapun yg namenye atribut/uniform yg ente sebutkan seolah2 cuma militer aje yg punye en polisi kalo pake ky gituan, ente bilang kaga pantes ye.
ape ente pikir selalu niru2 militer ye.
Kayanye pemikiran spt ente cume ade di Indonesia doang.
August 17, 2010 at 3:26 pm
jaja
juga komen ente yg terakhir makin terlihat benget memposisikan seolah cume TNI ntu yg punye atribut/uniform model gituan.
Ente jg trlihat memposisikan seolah TNI warga negara yg punye kasta lbh tinggi dari sipil.
Kalo mau maen perbandingan liat jg dinegare2 luar bang.
August 17, 2010 at 3:39 pm
jaja
To mba widya, jgn kegeeran dulu ye.
ane kaga ngebela komen ente ye. Cume ane amatin en nyimak komen ente dari awal ampe akhir ade benernye jg.
Ngemeng2 ente mba ape mas neh? kalo mba, boleh ga minte nomer hapenye.
August 17, 2010 at 3:56 pm
jaja
To Mr lage, maap neh ane nyimak lage ame komen nyang bilang tentang sejarah awal Polri. Ane pikir dulu jaman perang kemerdekaan en jaman Pak Soekarno sebelom Polri nyatu ame TNI gaye2 nya udh bgtu kok.
August 17, 2010 at 9:02 pm
Mr.POW
Jaja: bkn sy ingin kekeh dng argumen sy tp mbok yo kt nyadar ini indonesia bung bkn luar negeri jd jng selalu berpatokan pd luar negri terus.Kt liat dinamika dilapangan,lagi2 kalau sy boleh berpendapat gesekan TNI vs Polri dlm sekala besar atau kecil tdk selalu disebabkan krn masalah perebutan lahan,asmara,kesalapahaman tp ada hal2 lain diluar itu.
August 17, 2010 at 9:14 pm
Mr.POW
Yg sy maksud hal2 lain di luar itu seperti ini:
1.Pada masa orde lama polri blm dan tdk tergabung dlm angkatan perang/angkatan bersenjata,pd masa itu polri sempat independen dan setelah itu dibawah Kemdagri dan statu polri adalah PNS(pegawai negri sipil) tp setelah jaman orde baru polri dimasukkan dlm jajaran angkatan bersenjata dan jelas akan menimbulkan dampak penolakan yg berdasar.Sebuah institusi sipil dng seketika di sulap menjadi militer yg dinamakan ABRI pasti akan mendapatkan penolakan dr pd militer yg sebenarnya dan berawal dr situ lah mungkin polri yg bkn saudara sekandung/serahim dng TNI selalu mendapatkan perlakuan yg berbeda dan polri sering di sebut2 pd masa itu sebagai bontot/saudara muda/saudara angkat.
August 17, 2010 at 9:27 pm
Mr.POW
2.Pada era reformasi tepatnya th 1999 secara kelembagaan institusi polri berpisas dng TNI dan status polri kembali menjadi sipil.Menurut pendapat sy mungkin pd saat itu TNI menginginkan kesuportifan polri dlm hal menjalankan tuntutan reformasi dng konsekuensi2nya berpisah dr ABRI/TNI/MILITER dan kembali menjadi sipil yg bersetatus PNS.Tp sampai saat ini blm ada konsekuensi2 dr pemisahan polri dr militer yg secara penuh di laksanakan polri,sampai saat ini polri masih mempertahankan hal2 yg berbau militer.Misalnya:
-Polri masih tetap menggunakan golongan2 yg berlaku di militer (perwira,bintara,tamtama)
-Bentuk kepangkatan beserta urutannya menyerupai/meniru TNI meski skr letak/posisi kepangkatan polri secara keseluruhan berada di pundak.
August 17, 2010 at 9:40 pm
Mr.POW
Ini adalah nama2 kepangkatan TNI dan Polri beserta urutannya
TNI
Jenderal ****
Letjend ***
Mayjend **
Brigjend *
Kolonel ¤¤¤
Letkol ¤¤
Mayor ¤
Kapten III
Lettu II
Letda I
Peltu MM
Pelda M
Serma VVVV
Serka VVV
Sertu VV
Serda V
Kopka VVV
Koptu VV
Kopda V
Praka III
Pratu II
Prada I
(untuk kapten-letda warna pangkatnya kuning dan untuk tamtama warna pangkatnya merah)
August 17, 2010 at 9:51 pm
Mr.POW
Polri
Jenderal ****
Komjend ***
Irjend **
Brigjend *
Kombes ¤¤¤
AKBP ¤¤
Kompol ¤
AKP III
Iptu II
Ipda I
Aiptu MM
Aipda M
Bripka VVVV
Brigadir VVV
Briptu VV
Bripda V
Ajun Brigadir VVV
Ajun Brigadir satu VV
Ajun Brigadir dua V
Bharaka III
Bharatu II
Bharada I
(untuk warna kepangkatan AKP-Ipda kuning,untuk warna kepangkatan Ajun Brigadir-Bharada merah)
August 17, 2010 at 9:59 pm
Mr.POW
Coba kita amati bersama kepangkatan TNI/Polri hampir tidak ada perbedaan dlm bentuk dan urutan,begitu juga dlm hal golongan Perwira(Pama,Pamen,Pati),Bintara,Tamtama sama sekali tdk ada perbedaan pdhal jelas kita ketahui bahwa TNI dng Polri skr ini jelas berbeda dlm hal status antara Militer dng Sipil.Yg jd kesimpulan sy bahwa Polri blm ikhlas dan legowo melepas atribut kemiliterannya dan menurut sy Polri tdk ingin dibawah naungan militer tp tdk mau pula menanggalkan hal2 yg berbau militer.
August 17, 2010 at 10:04 pm
Mr.POW
Untuk masalah kemampuan personil dan pelayanan polri skr2 ini sy bilang sangat bagus,pokoknya T.O.P B.G.T dech…….
Semoga Polri ikhlas dan legowo menanggalkan apa yg bkn jd haknya krn suatu saat TNI akan memintanya sbagai yg punya
August 17, 2010 at 10:07 pm
Kayu Laut
Amet pak’e…..
August 18, 2010 at 12:21 am
Kayu Laut
Mr.Pow: kalau boleh gw berperihasa bang pulisi entu “Pengen Mentereng Tapi Tak Mau Digandeng” maksudnye pulisi kita entu pengennye begaya pake seragam kaya tentara troz pake pangkat kaya tentara tp kagak mau dibawah ma diatur tentara.Pake pulisi punya jendral2 segala,gw jd bingung sebenernye pulisi entu sipil pa militer sich…? Entar walikota,gubernu sampe mentri minta dikasih pangkat jendral lg cuman gara2 ikut2 pulisi dng dalil kalau status golongan mereka sejajar ma polri
August 18, 2010 at 1:35 am
Acong
MAKIN JELAS SAJA KALAU MILITER DI INDONESIA INI MERASA SEBAGAI GOLONGAN YANG LEBIH BEDA DARI SIPIL.
BAHKAN ADA JUGA SIPIL YANG MENGAGUNGKAN MILITER SEPERTI DIATAS.
August 18, 2010 at 1:44 am
Acong
@Mr.POW,
Bangsa ini tdk akan maju kalau tidak melihat dunia luar.
Anda sadarkah?
Pemikiran anda ini seperti katak dalam tempurung.
Anda selalu sempit dalam menilai dan mencerna masalah.
Blogg ini dibaca jutaan orang bukan cuma di Indonesia bung, diluar negeripun jutaan orang bisa mengakses situs ini.
August 18, 2010 at 1:52 am
Acong
CUMA DI INDONESIA YANG BEGINI.
LUCU MILITERNYA MERASA LEBIH PUNYA HAK ATAS SIPIL!
SAMPAI2 ISTILAH KEPANGKATAN SAJA DIANGGAP CUMA HAKNYA.
LUCUNYA LAGI, TIDAK CUMA MILITER YANG BERPIKIR SEPERTI ITU, TAPI SIPIL YANG MENGAGUNGKAN MILITER JUGA.
September 2, 2010 at 3:55 am
Mbelgedes
lebay lu Cong…
August 18, 2010 at 2:24 am
Cahyo
Mr.Pow, hati2 dlm brkomentar disini jgn gegabah ntr jadi bumerang buat kamu.
Takutnya ada orang beranggapan komentar kamu itu mewakili militer.
Yang aku dapatkan diakmil kalau masalah kepangkatan di TNI dan POLRI serta di PNS umumnya, itu tak jauh beda.
-Pati
Jend gol 4d
Letjen gol 4c
Mayjen gol 4b
Brigjen gol 4a
-Pamen
Kol gol 3f
Letkol gol 3e
May gol 3d
-Pama
Kapt gol 3c
Lettu gol 3b
Letda gol 3a
-Bintara tinggi
Peltu gol 2f
Pelda gol 2e
-Bintara
Serma gol 2d
Serka gol 2c
Sertu gol 2b
Serda gol 2a
-Tamtama
Kopka gol 1f
Koptu gol 1e
Kopda gol 1d
Praka gol 1c
Pratu gol 1b
Prada gol 1a.
Salam.
August 18, 2010 at 4:44 am
jaja
hehehe…
coba ente simak lagi koment dari atas ampe bawah, kalo msh blm jelas jg elu baca ampe berulang kali biar jelas juntrungannye.
August 18, 2010 at 5:07 am
jaja
Mr.Pow bilang, WNI yg sukarela jadi TNI akan sangat bangga mengabdi utk nusa bangsa dan bangga statusnya telah berubah dari sipil ke militer.
Inget neh, ente diatas pernah nulis koment bgni, ntr lupe lg ame koment ente sendiri.
hehe…
Pemikiran Narsis itu bang en kebanggaan korps yg sempit. Makin menguatkan aja kalo militer itu lbh super dari sipil.
Orang tua ane kaga bangga gitu2 amat tuh jadi Prajurit TNI, meskipun pangkatnye lumayan.
Trs Abang kandung ane bintara TNI skrg lg pendidikan secapa en kbtln dr kesatuan ternama, kate die, ape yg dibanggain jadi angg.TNI kalo cuma mau petantang petenteng depan sipil.
Inget Mr, tidak semua pemikiran angg.TNI itu (apapun pangkatnya) brpikiran demikian.
August 18, 2010 at 9:37 am
Stephanus
Saya pernah baca buku tentang konsep pertahanan dinegara Islam.
Disitu disebutkan,
Dinegara Islam itu semua rakyatnya adalah serdadu Tentara yang sewaktu-waktu bisa dipanggil oleh negara bila dibutuhkan dalam keadaan darurat. Dinegara Islam Tentara intinya tetap ada dan Tentara pendukung yaitu rakyat tetap siaga dan selalu berlatih.
Dalam keadaan damai, Tentara pendukung itu menjadi rakyat sipil biasa, ada yg bekerja sbg petani, wiraswasta, profesional, pegawai pemerintah sipil dsb.
Anggota Polisi dinegara Islam tsb adalah Tentara2 pilihan dan Tentara2 rakyat pilihan yg terlatih dan diberi tugas oleh negara sebagai anggota Kepolisian yg dalam keadaan damai menjaga keamanan dalam negara tsb.
Semua rakyatnya bertindak sama, sebagai Militer dan kadang Sipil.
Jadi istilah Rakyat Militan dan bersenjata sdh biasa dinegara tsb, krn rakyatnya sama menganggap militer atau sipil. Tidak ada yg diistimewakan.
Begitu yg saya baca dibuku, nama bukunya saya lupa, krn cuma pinjam sebentar dari kawan.
Konsep pertahanan seperti bisa juga diadopsi dinegara manapun.
Bila negara dlm keadaan damai, Tentara pilihan bisa difungsikan menjadi Anggota Polisi utk menjaga keamanan dalan negeri.
Kiranya, bgtu yg saya sempat baca.
September 2, 2010 at 3:56 am
Mbelgedes
wah, kalau begitu sepertinya ente masih perlu banyak baca
August 18, 2010 at 10:22 am
Kayu Laut
Di blogg ini kita berkomentar tdk untuk menjelekkan atau mewakili salah satu institusi tp lebih pd rasa kepedulian kt sebagai WNI yg baik dan cinta kpd NKRI.Di blogg ini kt dpt saling bertukar pikiran,wawasan dan ilmu,jd sy tdk pas klo di anggap mewakili swara atau pendapat salah satu institusi.Semua rakyat indonesia pastinya cinta dan bangga pd TNI/POLRI dan ingin aparat pertahanan dan keamanan kita maju,profesional dan tentunya berprestadi baik di dalam maupun di luar negeri.
August 18, 2010 at 11:06 am
Stephanus
Mas Kayu Laut,
Setuju banget Mas!
Disini kita saling tukar pikiran dan menambah wawasan.
August 18, 2010 at 2:21 pm
Kayu Laut
Terima kasih mas stepanus
salam kenal dr saya
August 18, 2010 at 2:28 pm
Kayu Laut
Menyingkapin buku yg dibaca mas tsepanus kalau di negara islam kepolisiannya diambil dari tentara2 terpilih dan tentara rakyat terpil,brati polisi2 di negara islam otomatis setatusnya adalah militer.Skr kita coba berandai andai,misalnya di RI di terapkan metode seperti itu berarti sama juga menarik kembali polisi kedalam tubuh militer dan secara otomatis menghidupkan lagi yg dulu namanya Dwi fungsi ABRI.
August 18, 2010 at 2:35 pm
Kayu Laut
Untuk mas jaja perlu di ingat militer diseluruh dunia dikenal memiliki tingkat kerahasian tinggi dan begitu juga militer RI,walau anda adalah putra dr prajurit TNI dan mempunyai saudara TNI blm tentu anda tahu apa yg ada di dlm TNI itu sendiri baik dr permukaan sampai dasarnya.Kalau tidak salah di TNI terdapat sumpah yg namanya SUMPAH PRAJURIT yg dimana di salah satu pasalnya berbunyi “menjaga segala rahasia tentara sekeras kerasnya”
August 18, 2010 at 2:40 pm
Kayu Laut
Jadi otomatis prajurit TNI mempunyai sumpah yg wajib di pegang teguh dan tdk sembarangan disampaikan baik kepada suami/istri,anak,saudara dan orang tua mereka sekalipun kecuali suami/istri,anak,saudara dan orang tua mereka sama2 prajurit TNI.
Ayo kita sama2 saling bertukar ilmu,pengalaman dan informasi untuk menamba wawasan kita
August 18, 2010 at 2:47 pm
Kayu Laut
Untuk mas cahyo: Ok lah kalau di sipil mempunyai urutan yg sama seperti di militer tetapi bentuk kepangkatannya kan jelas berbeda dan nama kepangkatannya kan tdk di sebutkan di depan namanya dan yg jelas mereka tdk memakai kata jenderal didalam nama kepangkatannya.Mereka(PNS) hanya menggunakan nama golongannya saja tanpa memakai nama kepangkatannya di depan nama mereka dan mereka tidak menggolongkan kepangkatan mereka seperti di militer (Gol Perwira,Bintara,Tamtama)
August 18, 2010 at 2:55 pm
Kayu Laut
Bentuk kepangkatan dr balok merah,bengkok merah,bengkok kuning,huruf M kuning,balok kuning,melati dan bintang juga golongan perwira,bintara,tamtama adalah bagian atau salah satu ciri khas dr TNI yg telah di pakai berpuluh tahun.Apa bila ciri khas itu di gunakan atau di pakai sipil otomati tdk ada lg golongan sipil yg ada hanya golongan militer krn semua memakai bentuk kepangkatan dan golongan militer.
August 18, 2010 at 3:05 pm
Kayu Laut
Kan yg dirubah hanya bentuk kepangkatan,golongan dan yg berbau militer saja bkn tugas,tanggung jawab dan wewenangnya kok.Sekalipun polri tdk menggunakan bentuk kepangkatan dan golongan seperti militer polri pasti tetap menjalankan tugas2 dan tanggung jawabnya kok sebagai penegak hukum dan penjaga keamanan negara indonesia tercinta ini,tdk akan berpengaruh pada tugas,tanggung jawab,wewenang bahkan kemampuannya.Pol pp dan DLLAJ meski tdk memakai bentuk kepangkatan dan golongan seperti militer merekat tepat menjalankan apa yg menjadi tugas2 mereka.
August 18, 2010 at 5:14 pm
Kayu Laut
Sebelumnya saya minta maaf apabila dlm penulisan ada kata atau huruf yang keliru atau perangkaian kalimat yang keliru atau terbalik.Malum baru belajar ngetik di komputer
hehehehehe……
August 18, 2010 at 5:18 pm
Kayu Laut
Bagi rekan2 yang beragama muslim selamat menunaikan ibadah puasa….
Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya apa bila ada luput dan khilaf saya….
August 18, 2010 at 6:02 pm
Kubil
Ya beda dong resiko tugas dan tanggung jawab anggota TNI/POLRI dan Satpol PP/DLLAJ.
TNI/POLRI peran dan fungsinya diatur oleh Undang-undang Negara dan recruitmen Anggotanya jelas dan bisa dipertanggung jawabkan seperti adanya tingkatan pendidikan dan jenjang karier yg jelas.
Seperti di TNI/POLRI ada Secatam, Secaba, Secapa, Akmil/AAL/AAU/Akpol, Selapa, PTIK, dan diklat2 lainnya.
Di PNS berbagai Departement memang ada yg namanya STPDN, STAN dsb….
Khusus Satpol PP/DLLAJ peran dan fungsinya tidak diatur oleh UU Negara, tapi hanya diatur oleh Perda-peraturan daerah.
Pola recruitmentnya pun mereka (Satpol PP/DLLAJ) tidak jelas dan jenjang kariernya banyak yg bingung.
Malah ada kesan seperti maaf, seperti preman yg diberi seragam oleh Pemda.
Pengangkatan PNS nya bagi Pegawai Satpol PP/DLLAJ msh berantakan.
Banyak yang PTT dan Honorer tapi kewenangan dilapangan melebihi PNS.
Ada kasus, beberapa Sopir Angkutan umum yg tidak mau ditilang Petugas DLLAJ yg msh PTT/Honorer. Bahkan Sopir tsb menanyakan langsung kepetugas DLLAJ tsb apa sdh PNS atau belum?
Memang sisopir ini terkesan melawan Petugas Pemda, tapi ya kita tahulah Sopir2 angkutan umum tidak semua brpendidikan rendah, bnyk jg diantara mrka sempat mengenyam Perguruan Tinggi dan cuma krn kalah bersaing mencari kerja dan menjadi Sopir angkutan umum.
Disini terlihat, masyarakat skrg semakin pintar diera informasi transparant ini.
Satpol PP/DLLAJ hanya Aparat Pemda setempat, apa mereka bisa disebut sbg Aparat Negara seperti TNI/POLRI yang saya sebutkan diatas.
Jelas TNI/POLRI lebih profesional dan bisa dipertanggung jawabkan oleh Negara dibanding Satpol PP/DLLAJ.
Msh ingat dlm tahun ini waktu Mendagri mengeluarkan keputusan, untuk mempersenjatai Petugas Satpol PP dengan senjata api? Yg akhirnya hampir semua pihak dan golongan menolak keras.
Banyak petinggi dinegara ini termasuk petinggi militer menolak itu dengan asumsi, anggota TNI/POLRI yg sdh terlatih saja tidak mudah membawa senjata api dan mengikuti test/prosedur ketat dalam memegang senjata api tapi masih banyak penyalah gunaan senjata api tsb oleh Oknum TNI/POLRI.
Apalagi kalau Satpol PP (walaupun statusnya sudah PNS) dipersenjatai dgn senjata api? Mau jadi apa?
Urusan kriminal/menangkap penjahat/penegakan hukum dan keamanan negara ada POLRI, urusan Pertahanan negara ada TNI…. jadi buat apa senjata api utk mereka Satpol PP. Masa cuma buat menjalankan ketertiban umum dan menjalankan Peraturan daerah harus memakai senjata api. Sedangkan dipersenjatai pentungan saja Segerombolan Satpol PP sudah beringas menggusur PKL.
Ini menurut petinggi2 negara dan pejabat militer kita.
Bahkan Menkopolkam dengan tegas menyatakan, lebih banyak mudaratnya dari pada manfaatnya mempersenjati Satpol PP dengan senjata api. Pastinya akan menimbulkan masalah baru.
Menurut pakar politik, bisa2 Satpol PP bersenjata api dijadikan kekuatan alat penguasa daerah dan dijadikan angkatan kelima oleh Pemda setelah TNI – AD, AL, AU dan Polri.
Dari kasus diatas bisa dilihat kesimpulannya, Aparat Negara yg sdh jelas fungsi dan tugasnya diatur oleh UU Negara tidak bisa disamakan dengan Petugas Satpol PP/DLLAJ yg hanya diatur Perda Pemda setempat.
August 18, 2010 at 6:17 pm
Agung
Baca dulu sebelum komentar!
Dari komentar-komentar diatas bisa dilihat, mana yang komentarnya asal ngejeplak dan berbobot.
Ada juga sih, yang komentarnya maksain seolah berbobot tapi ternyata oh ternyata ?
Pakai Analisa dong !
August 18, 2010 at 6:31 pm
Aksismet
Setelah diamati,
Ada yang menyatakan diawal dirinya gaptek dan ada yang menyatakan diakhir dirinya baru belajar mengetik komputer.
Apakah ini orang yang sama dengan NickName berbeda?
Soalnya dipertengahan ada comment’ @mas Bowo, yang seperti mengajari disini bisa comment’ pakai email asal.
Tapi biasanya yang comment’ pakai email asal/palsu orang itu sering ganti NickName padahal orangnya satu.
August 18, 2010 at 6:32 pm
Aksismet
Setelah diamati,
Ada yang menyatakan diawal dirinya gaptek dan ada yang menyatakan diakhir dirinya baru belajar mengetik komputer.
Apakah ini orang yang sama dengan NickName berbeda?
Soalnya dipertengahan ada comment’ @mas Bowo, yang seperti mengajari disini bisa comment’ pakai email asal.
Tapi biasanya yang comment’ pakai email asal/palsu orang itu sering ganti NickName padahal orangnya satu
August 18, 2010 at 6:35 pm
Kubil
Ya beda dong resiko tugas dan tanggung jawab anggota TNI/POLRI dan Satpol PP/DLLAJ.
TNI/POLRI peran dan fungsinya diatur oleh Undang-undang Negara dan recruitmen Anggotanya jelas dan bisa dipertanggung jawabkan seperti adanya tingkatan pendidikan dan jenjang karier yg jelas.
Seperti di TNI/POLRI ada Secatam, Secaba, Secapa, Akmil/AAL/AAU/Akpol, Selapa, PTIK, dan diklat2 lainnya.
Di PNS berbagai Departement memang ada yg namanya STPDN, STAN dsb….
Khusus Satpol PP/DLLAJ peran dan fungsinya tidak diatur oleh UU Negara, tapi hanya diatur oleh Perda-peraturan daerah.
Pola recruitmentnya pun mereka (Satpol PP/DLLAJ) tidak jelas dan jenjang kariernya banyak yg bingung.
Malah ada kesan seperti maaf, seperti preman yg diberi seragam oleh Pemda.
Pengangkatan PNS nya bagi Pegawai Satpol PP/DLLAJ msh berantakan.
Banyak yang PTT dan Honorer tapi kewenangan dilapangan melebihi PNS.
Ada kasus, beberapa Sopir Angkutan umum yg tidak mau ditilang Petugas DLLAJ yg msh PTT/Honorer. Bahkan Sopir tsb menanyakan langsung kepetugas DLLAJ tsb apa sdh PNS atau belum?
Memang sisopir ini terkesan melawan Petugas Pemda, tapi ya kita tahulah Sopir2 angkutan umum tidak semua brpendidikan rendah, bnyk jg diantara mrka sempat mengenyam Perguruan Tinggi dan cuma krn kalah bersaing mencari kerja dan menjadi Sopir angkutan umum.
Disini terlihat, masyarakat skrg semakin pintar diera informasi transparant ini.
Satpol PP/DLLAJ hanya Aparat Pemda setempat, apa mereka bisa disebut sbg Aparat Negara seperti TNI/POLRI yang saya sebutkan diatas.
Jelas TNI/POLRI lebih profesional dan bisa dipertanggung jawabkan oleh Negara dibanding Satpol PP/DLLAJ.
Msh ingat dlm tahun ini waktu Mendagri mengeluarkan keputusan, untuk mempersenjatai Petugas Satpol PP dengan senjata api? Yg akhirnya hampir semua pihak dan golongan menolak keras.
Banyak petinggi dinegara ini termasuk petinggi militer menolak itu dengan asumsi, anggota TNI/POLRI yg sdh terlatih saja tidak mudah membawa senjata api dan mengikuti test/prosedur ketat dalam memegang senjata api tapi masih banyak penyalah gunaan senjata api tsb oleh Oknum TNI/POLRI.
Apalagi kalau Satpol PP (walaupun statusnya sudah PNS) dipersenjatai dgn senjata api? Mau jadi apa?
Urusan kriminal/menangkap penjahat/penegakan hukum dan keamanan negara ada POLRI, urusan Pertahanan negara ada TNI…. jadi buat apa senjata api utk mereka Satpol PP. Masa cuma buat menjalankan ketertiban umum dan menjalankan Peraturan daerah harus memakai senjata api. Sedangkan dipersenjatai pentungan saja Segerombolan Satpol PP sudah beringas menggusur PKL.
Ini menurut petinggi2 negara dan pejabat militer kita.
Bahkan Menkopolkam dengan tegas menyatakan, lebih banyak mudaratnya dari pada manfaatnya mempersenjati Satpol PP dengan senjata api. Pastinya akan menimbulkan masalah baru.
Menurut pakar politik, bisa2 Satpol PP bersenjata api dijadikan kekuatan alat penguasa daerah dan dijadikan angkatan kelima oleh Pemda setelah TNI – AD, AL, AU dan Polri.
Dari kasus diatas bisa dilihat kesimpulannya, Aparat Negara yang sdh jelas fungsi dan tugasnya diatur oleh UU Negara tidak bisa disamakan dengan Petugas Satpol PP/DLLAJ yg hanya diatur Perda Pemda setempat.
August 18, 2010 at 7:08 pm
Hans
@aksismte: bisa juga mereka dua orang tapi gantian belajar ngetiknya diwarnet satu komputer.
Wkwkwkwk.
August 18, 2010 at 7:25 pm
Flash ★★★★
Pulisi bisanya apaan sih, mangkal pungli aje. Mending Tentara yg banyak jasanya pada bangsa ini. Ngga ada Tentara ngga aman nih negara.
August 18, 2010 at 7:27 pm
Flash ★★★★
Tentare masuk syurga Pulisi masuk neraka
August 31, 2010 at 6:30 am
harmanza
Anda kepancing mas.Anda tentara ya?
Kita kritik polisi bukan karena kita benci polisi tapi itu bentuk kecintaan terhadap negara ini.Kita tentu menginginkan lembaga-lembaga negara menjalankan fungsinya dengan baik.
Kebobrokan polisi bisa jadi disebabkanluasnya wewenang yang dimilikinya. Orang yang memiliki wewenang terlalu luas punya kecenderungan untuk destruktif dan represif. Dan ini bukan hanya monopoli Polisi, tentara juga bisa. Anda bisa lihat bagaimana dominasi TNI AD pada masa orba
August 18, 2010 at 7:37 pm
Pak De
Astaghfirullah….
Janganlah anda begitu mas, urusan syurga dan neraka Tuhan yang atur.
Begini jadinya kalau orang tidak bisa berdebat dan menghindar. Yang ada sumpah serapah.
Pakai otak mas, jangan pakai otot kalau komentar.
Saya yakin anda orang biasa, ya begitulah.
Ada istilah, Truk Tentara akan dibawa ugal-ugalan bila yang membawanya bukan si Tentara.
Dinegeri ini orang biasa yang membawa truk Tentara akan lebih berani melanggar aturan dijalanan.
Itulah anda seperti itu Mas Flash yang terhormat.
Puaskah hati anda?
August 18, 2010 at 7:48 pm
Wong
Parah!!
Akhrnya nyong kepancing juga melu komentar seetelah dari tadi ngamatin.
Makanya mas, pahami dulu baca seksama komentar yang ada. Jangan asal mangap aja. Belajar banyak main internet biar ngerti, komentar ora asal mangap.
August 18, 2010 at 11:45 pm
Kayu Laut
Flash: mbok yo jng gitu mas flash,sy kritis dlm mengomentari polri tp ya gak sampai segitu amat extrimenya.Sy kritis dlm mengomentari polri tp bkn berarti sy mengagung agungkan TNI dan menyangkal apa yg salah.Di blogg ini tempat kita semua berbagi ilmu,informasi dan saling bertukar pendapat untuk menambah wawasan bkn untuk menjelek jelekan.
August 19, 2010 at 12:03 am
Kayu Laut
Untuk mas kubil: di polri dlm rekrutmen personil ada (secaba,sepa,akpol) dan jenjang karier ada (secapa,selapa,sesko/sespim) adalah warisan atau peninggalan sewaktu polri masih tergabung dlm ABRI.Yg menurut sy sudah tdk pas lagi di terapkan pd polri krn statu polri yg setelah berpisah dr ABRI adalah sipil/Pns.Untuk masalah pol pp/dllaj itu adalah contoh atau gambaran kita,meski tdk memakai kepangkatan dan golongan seperti militer yg namanya tugas y wajib dikerjakan/dilaksanakan apapun alasannya.
August 19, 2010 at 12:09 am
Kayu Laut
Coba kita lihat bentuk kepangkatan pada PNS pemda/pemprov,dishub,kejaksaan,polhut dll tdk sama atau tidak menyerupai TNI/MILITER kan dan mereka tidak pernah menggolongkan golongan mereka dng sebutan perwira,bintara,tamtama krn mereka sudah ada penggolongan golongan mereka sendiri seperti Gol I,II,III,IV.
August 19, 2010 at 12:25 am
Kayu Laut
Ya harusnya polri sebagai bagian dr pd institusi sipil menyesuakan diri tdk kekeh dng peninggalan atau warisan pd saat masih bergabung dng ABRI.
Coba dech kalau kita ketemu atau pas lg ngobrol dng pegawai pemerintah(sipil) iseng2 coba kita tanya di depan nama mereka di beri embel2 pangkat mereka atau tidak,pasti jwban mereka tidak dan coba kita tanya golongan mereka apa ya pasti mere menjawab entah itu gol Ia,IIa atau IIIa.
Tp coba kalau kita ketemu/ngobrol dng anggota polri dan menanyakan hal yg sama seperti diatas,pasti otomatis mereka menyebutkan nama pangkatnya didepan namanya dan kalo kita tanya mengenai golongan mereka pasti mereka menyebut entah itu perwira,bintara atau tamtama.
Dan kalau kita punya nyali coba kita tanya ke anggota polri itu kenapa di depan namanya di beri embel2 nama pangkat dan untuk penyebutan golongan mereka masih sama dng militer,padahal meraka adalah sipil yg bersetatu pns.
Kalau sy belum punya nyali buat nanya yg begituan ke pak polisi.Hehehe…..
August 19, 2010 at 10:39 am
widya
@mas Kayu Laut, coba dech anda terus pahami dan pelajari bahkan kalau perlu sekali lagi saya jelaskan komentar saya dan yang lainnya diatas.
Peraturan Internasional tidak ada tentang Kepolisian tidak begitu yang anda bayangkan.
Sekali lagi buka wawasan secara global dan study banding dengan Kepolisian diberbagai negara. Sebutan pangkat/golongan untuk Polisi itu ada.
Saya paham maksud anda, Polisi tidak ada yang memakai sebutan pangkat apapun, jadi spt PNS dgn golongan saja tanpa menyebut embelnya.
Tapi sekali lagi coba anda terbuka dengan dunia luar.
Masalah pendidikan Polri warisan dari ABRI, maaf mas sekali lagi anda pahami sejarah sebelum Polri gabung dengan TNI itu bagaimana. Ya, kalau anda bertahan dgn argumen anda, silahkan. saya tidak menyalahkan anda.
Tapi, study banding dan realistis itu sangat diperlukan.
August 19, 2010 at 10:50 am
widya
Jujur, saya tidak mewakili institusi apapun dan tidak ada hubungan dgn mrka.
Orang YG mencak2 menjelekkan Polisi diibaratkan apapun ada dasarnya kenapa mrk bgtu.
Kalau anda ini dasarnya apa, tolong sebutkan menurut pemahaman anda.
Anda ini justru terlihat halus dalam meremehkan Polri.
Kenapa saya bilang begitu? Krn pemahaman anda yang bertahan dengan argumen yang itu saja.
Bahkan anda ini seperti ada maksud tertentu.
September 2, 2010 at 3:57 am
Mbelgedes
nggak perlu dijelek2kan mbak..
sudah jelek sendiri rasanya
August 19, 2010 at 5:31 pm
Kayu Laut
Untuk mbak/mas widya atas tanggapan terhadap pendapat sy tentang kepolisan sipil,sekali lg saya sampaikan di blogg kita saling bertukar pendapat dan berbagi ilmu,informasi untuk menambah wawasan.Mungkin sy akan mencoba mencari informasi tentang kepolisian di luar negri untuk bahan pembanding sy dng polri.Tdk ada maksud sy untuk menjelekkan dan meremehkan polri tp hanya pd rasa kepedulian sy terhadap institusi kemanan kt saja.Alasan knp sy mengemukakan pendapat seperti itu tdk lain hanya hasil kesimpulan sy atas pemahaman masyarakat terutama menengah kebawah tentang status polri saat ini,mereka rata2 masih menganggap polri masih militer seperti dulu.Mungkin mereka meliat dr seragam/atribut/uniform polri yg masih kental dng kultur militeristik.
August 20, 2010 at 9:03 am
widya
@kayu laut,
silahkan anda klik dibawah sini biar paham.
id.wikipedia.org/wiki/Kepolisian_Negara_Republik_Indonesia
Ini dasar saya berargumentasi.
Mudah2n anda bisa memahaminya.
Thx.
August 20, 2010 at 9:05 am
widya
@kayu laut,
silahkan anda klik dibawah sini biar paham.
http://id.wikipedia.org/wiki/Kepolisian_Negara_Republik_Indonesia/
Ini dasar saya berargumentasi.
Mudah2n anda bisa memahaminya.
Thx.
August 20, 2010 at 9:08 am
widya
@kayu laut,
silahkan anda klik dibawah sini biar paham.
http://id.wikipedia.org/wiki/Kepolisian_Negara_Republik_Indonesia/
Ini dasar saya berargumentasi.
Mudah2n anda bisa memahaminya.
Thx
August 20, 2010 at 10:12 am
Kayu Laut
Ok trims mbak/mas widya atas tambahan infonya.Kalo beginikan tujuan utama dibuatnya blogg ini untuk media penambah ilmu,informasi dan wawasan bs berjalan baik tanpa ada gontok gontokan dan komentar2 yg tdk pantas dibaca di blogg ini.
August 25, 2010 at 8:58 am
Kayu Laut
Sebagian besar masyarakat indonesia dr kalangan menengah kebawah bnyak yg blm tau kalau status polri setelah berpisah dng ABRI/TNI adalah sipil/PNS.kalau menurut sy hal tersebut terjadi karena polri masih melestarikan kultur2 militeristik yg antara lain: seragam,atribut,uniform,bentuk2 kepangkatan dan hal2 lain yg berbau militeristik.Yg jadi pertanyaan sy apakah karena faktor sejarah dr polri maka hal2 yg sy sebutkan diatas hrs tetap dipertahankan krn menurut sy reformasi polri tdk hanya dlm hal kelembagaan saja tp wajah personil/anggota polri sendiri yg dirubah lebih humanis agar menjadi benar2 polisi sipil.Apakah ada rekan2 yg bersedia memberi pencerahan.
August 29, 2010 at 2:05 pm
Kayu Laut
Kok tumben widya gak koment dng tulisan sy.
September 2, 2010 at 1:56 pm
Kayu Laut
Sepi…..
September 17, 2010 at 10:34 am
mamang
TNI beraninya cuma sama Polri dan saudara sendiri.
Sama
Polis Diraja Malaysia & Angkatan Tentara Malaysia takut.
TNI beraninya nyerang Markas Polri, bentrok antar aparat TNI dan Polri terjadi bukan krn pisahnya Polri dari ABRI/TNI, bentrokan sering terjadi sudah lama sejak jaman Orde Lama dan Orde Baru.
Heran juga ya, kok Tentara kita beraninya cuma sama Polisi saudaranya sendiri?
September 17, 2010 at 10:37 am
mamang
TNI beraninya cuma sama Polri dan saudara sendiri.
TNI kaya macan ompong kalo berhadapan dgn Polis Diraja Malaysia & Angkatan Tentara Malaysia takut.
TNI beraninya nyerang Markas Polri, bentrok antar aparat TNI dan Polri terjadi bukan krn pisahnya Polri dari ABRI/TNI, bentrokan sering terjadi sudah lama sejak jaman Orde Lama dan Orde Baru.
Heran juga ya, kok Tentara kita beraninya cuma sama Polisi saudaranya sendiri?
September 17, 2010 at 10:45 am
mamang
TNI kok cuma beraninya nyerang Markas Polri?
Kok beraninya petantang petenteng sama saudara sendiri?
Apa TNI ngga malu ya cemburu terus sama Polri?
Emang TNI engga puas ya berkuasa selama 32 tahun dibawah pimpinan Jend.Soeharto menggerogoti kekayaan bangsa ini.
Engga usah banyak alasan lah!
Kok Malaysia dengan Polisi Diraja Malaysia dan Angkatan Tentara Malaysia berani nginjak kedaulatan RI tetapi TNI nya diam aja.
Payah!
September 17, 2010 at 11:02 am
mamang
Disini aja udah jelas kok, TNI maunya melemahkan Polri yg saudaranya sndiri.
Lihat tuh POLISI DIRAJA MALAYSIA yg berani melanggar kedaulatan RI.
Segitu mereka Malaysia baru Polisinya aja udah berani nantang, apa lagi Tentaranya ya!
Eh, disini….
Tentara kita/TNI bisanya ngiri kalo ngelihat Polri maju dan kuat. Alasan Polisi itu sipil lah dan alasan macam2 lah yg cuma itu TNI bisanya ngiri sama Polri saudaranya sendiri.
DiMalaysia Polisi dan Tentaranya sama kuat mas!
Polisi dan Tentara di Malaysia tahu aturan main tugas dan fungsinya masing2.
Engga kaya disini cuma perang saudara aja.
Malu dong! Makanya mereka Malaysia berani melanggar kedaulatan RI, krn Malaysia tahu kalo di Indonesia itu Tentara/TNI dan Polisi/Polri nya tidak akur. Gmana mau kompak menjaga kedaulatan negara.
September 17, 2010 at 11:39 am
AZIS
Sistem pertahanan Indonesia masih menganut sistem perang gerilya dihutan pada jaman kemerdekaan dulu. Skrg sistem tsb sdh tdk sesuai diterapkan.
Sekarang ini yg harus kuat dan banyak jumlah personil dan persenjataannya harus TNI-AL dan TNI-AU. Karena Indonesia negara kepulauan maka yg harus kuat adalah AL dan AU nya. Masa sih kita membiarkan musuh masuk lewat laut dan udara dan baru bertahan didaratan. Lucukan!
Dulu jaman kemerdekaan yg pada wktu itu Indonesia sedang dijajah, bolehlah Angkatan Daratnya yg berperan penuh dan jumlahnya banyak. Tapi sekarang harus Angkatan Laut dan Angkatan Udara yg harus kuat menjaga kedaulatan batas negara dari serangan luar. Kalau urusan pertahanan didarat sekarang ini cukup baguslah. Tapi harus diimbangi pertahanan laut dan udara yg kuat pula.
Untuk urusan Keamanan dalam negeri dan Keamanan ketertiban masyarakat serta Penegakan hukum sipil, Polri sudah cukup kuat dengan peralatan yg seadanya.
Maklum negara kita hukumnya sangat lemah, baik aparat dan rakyatnya banyak yg melanggar hukum itu sendiri.
Dari jaman Soeharto s/d skrg yg namanya korupsi dan pelanggaran HAM telah menjadi budaya yg tidak semestinya.
Belum lagi hutang luar negeri peninggalan Orde baru yg menumpuk.
Hmmm.
Wajar lah kalau Indonesia tidak berani galak terhadap Malaysia yg jelas2 menantang.
Pertama, Malaysia dibacking Inggris dan sekutunya negara2 barat.
Kedua, Indonesia banyak berhutang kepada negara2 barat.
Itulah kenapa Indonesia sejak jaman orde baru sampai sekarang ini lemah.
Beda dgn gaya Soekarno pada jaman orde lama. Dulu Indonesia belum banyak hutang dan belum banyak ketergantungan dgn negara2 maju. Makanya dulu jaman Soekarno, Indonesia berani dan disegani negara tetangga dan negara2 maju. Dulu yg namanya korupsi belum membudaya seperti sekarang. Dan dulu aparat TNI dan Polri sblm tahun 60′an mereka kompak dan tahu diri dengan fungsi tugasnya masing2 dan relatif bersih dari KKN. Krn dulu Indonesia masih muda dan rakyat serta aparatnya gampang diatur berdasarkan hukum. Tapi begitu pecah G30S/PKI, banyak anggota2 Militer dan rakyat yg terlibat dan sampai jaman orde baru maka peran militer begitu luas disetiap kehidupan dan dampaknya masih terasa sampai sekarang era reformasi.
Mudah2an Kita semua menyadarinya, ada akibat krn ada sebabnya.
Sebab dan akibat selalu ada.
Semoga Negara Indonesia selalu dalam lindungan Tuhan YME.
September 17, 2010 at 12:09 pm
Reformis
@kayu laut, anda diatas bilang banyak masyarakat dari kalangan menengah kebawah yang belum tahu kalau Polri itu sudah sipil dan pisah dari TNI!
Simak kembali komentar anda bung!
Anda itu sok pintar, sok berbobot, sok tahu dan tidak tahu diri.
Anda sangat meremehkan peran masyarakat bawah.
Hati-hati bung kalau berkomentar!
Saya tidak perduli anda itu anggota TNI/POLRI, saya cuma protes keras terhadap komentar anda diatas!
Masyarakat menengah kebawah sekarang sudah pintar dan tidak bodoh bung!
Sekarang jamannya informasi terbuka yang mudah dicerna berbagai kalangan.
Anda ini cocoknya hidup dijaman Orde Baru yang penuh dengan kemunafikan.
Disini kami tidak mengurusi Sloganisme TNI dan Polri seperti dalam artikel ini.
Kami hanya ingin TNI dan Polri proffesional sesuai fungsi dan tugasnya masing-masing. Tidak ada lagi lembaga yang merasa paling kuat dan paling berperan dijaman reformasi ini. Semua duduk sama rendah, berdiri sama tinggi.
Aparat militer/sipil (Tentara/Polisi dan Pegawai Negeri Sipil) sekarang ini dibawah kontrol masyarakat sipil rakyat Indonesia.
Wassalam….
-Himpunan Mahasiswa Indonesia-
September 17, 2010 at 12:40 pm
raider
@Bang Mbelgedes.
Yang bilang TNI tidak mau disidik Polri itu adalah Kapuspen TNI Marsekal Muda TNI Sagom….
Dulu beliau pernah bilang begitu loh.
Jadi malu nih aku sama komandan.
September 17, 2010 at 12:41 pm
raider
@Bang Mbelgedes.
Yang bilang TNI tidak mau disidik Polri itu adalah Kapuspen TNI Marsekal Muda TNI Sagom….
Dulu beliau pernah bilang begitu loh.
Jadi malu nih aku sama komandan!
September 17, 2010 at 12:47 pm
pengangguran tidak takut mati
Weh, Bapak-bapak dan Ibu-ibu pada perang urat syaraf aja nih. Psywar bolehlah asal jang jadi perang saudara ya!
Malu kalau tulisan diblog ini sampai kebaca orang Malingsia.
Makin terbahak-bahak aja mereka Malingsia membacanya.
September 17, 2010 at 12:50 pm
pengangguran tidak takut mati
Seburuk-buruknya bangsaku, aku tetap membela bangsa dan tanah airku.
Setujuuuu!
September 17, 2010 at 12:52 pm
Eksekutive
^
gua kaga setujuuu gan.
September 17, 2010 at 12:56 pm
pengangguran tidak takut mati
@eksekutive….
payah loe ye….
engga ada jiwa patriotisme en ngga cinta tanah air loe….
bukan karena gua pengangguran en bukan karena gua kurang kerjaan jadi berani mati membela bangsa dan negara ini.
karena bela negara wajib bagi seluruh rakyat Indonesia.
September 17, 2010 at 1:00 pm
Eksekutive
^
Iya dach gan, i am setuju dengan you.
I am sorry.
September 17, 2010 at 1:01 pm
Eksekutive
^
Iya dach gan, i am setuju dengan you.
I am sorry..
September 17, 2010 at 1:06 pm
X Men
@Mas Eksekutive, kamu sepertinya tidak Nasionalisme dan cenderung kebarat2an.
Semakin kesini komentar2 jadi OOT-Out On Topik.
September 17, 2010 at 1:08 pm
X Men
Mengamati saja.
September 17, 2010 at 1:11 pm
Ucok
Ada yang aneh nih!
September 17, 2010 at 1:17 pm
Ucok
Ada Anak purnawirawan Pati Polri yang jadi pamen TNI, disini dia mengamati.
Siapa tuh?
Hehehehe….
September 17, 2010 at 1:33 pm
Sandi
Ada yang memancing dan ada yang terpancing.
Semakin jelas saja!
September 17, 2010 at 11:12 pm
Agus
Bentrokkan antar Oknum Anggota TNI dan Oknum Anggota Polri terjadi sudah dari dulu jaman Orde Baru, cuma pada waktu itu ditutupi dan belum adanya kebebasan pers seperti sekarang.
Jadi bentrokan antar Oknum Anggota TNI dan Polri sering terjadi sampai sekarang ini bukan karena pisahnya Polri dari TNI seperti yang banyak didiskusikan.
Sudah dari dulu dan karena TNI selalu mengganggap dirinya lebih hebat dari kalangan sipil dan TNI merasa bersih serta merasa punya peran disegala lini kehidupan berbangsa dan negara. Sampai2 Polri yang saudaranya sendiri dikebiri, dihujat, dicaci maki dan diserang.
Untuk Polri juga jangan merasa diuntungkan dalam era Reformasi, Demokrasi seperti sekarang ini dan jangan terlena begitu lepas dari TNI.
Memang kesalahan masa lalu dengan menggabungkan Polri kedalam tubuh TNI-ABRI. Dampaknya seperti sekarang ini, Polri sebagai Polisi Sipil untuk masyarakat sipil dan hukum sipil jadi tidak profesional. Semoga dengan pemisahan TNI dan Polri, kedua lembaga ini menjadi lebih profesional dan tahu diri akan fungsi tugasnya masing2 serta menghilangkan kebanggaan Korps yang sempit pemicu terjadinya bentrok fisik yang membuat negara luar terbahak2 melihatnya.
To Mas Muradi, mohon diulas juga tentang sistem pertahanan Indonesia sekarang ini dan mana yang harus menjadi prioritas untuk dikuatkan pertahanan laut dan udaranya demi menjaga kedaulatan wilayah RI.
Diblog ini jangan cuma membahas tentang Polri dan keamanan dalam negeri saja ya mas!
TNI dan pertahanan juga perlu didiskusikan.
Terima kasih.
September 17, 2010 at 11:47 pm
Blogger
Membiarkan blog ini ramai dan menambah hits pengunjungnya adalah kerjaan si Blogger itu sendiri.
Kalau mau Blog/warung anda ramai dari pengunjung yang berkomentar dan berdikusi sehingga menambah hits. Maka buatlah Blog diWordPress dan tulislah artikel2 yang kontroversial dijamin Blog anda pasti ramai pengunjung seperti Blognya Mas Muradi ini dan Blog2 lainnya dalam segala pembahasan serta diskusi.
September 17, 2010 at 11:51 pm
Blogger
Yang pastinya artikel2 anda di WordPress dapat dipertanggung jawabkan isinya.
Semoga bermanfaat dan menambah wawasan bagi pengunjung.
September 18, 2010 at 1:05 am
Anak Cijantung
Payah, cetek si kayu laut comment’nya itu-itu aja. Ga bermutu n ga bisa debat. Bikin malu aja duech.
September 18, 2010 at 1:12 am
Wong Edan
Hati-hati!
Jangan sembarangan membahas TNI dan Polri disini.
Jangan pada sok pintar kalian.
September 18, 2010 at 1:16 am
Yanto
^Om yg diatas.
Skrg jaman demokrasi om…
Semua bebas berargument dan bersuara, kok arogan gitu om!
Om anggota TNI/Polri ya?
September 18, 2010 at 1:20 am
Wong Edan
@yanto, silahkan anda berargumentasi disini dan tidak ada yg melarang. Tapi mbok ya bisa dipahami secara nalar. Bukan berarti demokrasi membuat kita menjadi bebas kebablasan.
Aku bukan anggota tni/polri, aku cuma pengunjung blog ini. Diskusi yg baik pasti akan lbh menarik. Ok. Aku juga tdk brmaksud arogan loh.
Salam kenal.
September 18, 2010 at 1:26 am
Wong Edan
Iya om, slm knl jg. Jadikan diskusi lbh mnrk.
September 18, 2010 at 1:31 am
Yanto
Demokrasi dikalangan mahasiswa bukan untuk kebebasan.
Kami memahaminya untuk itu lah kami berkomentar.
September 18, 2010 at 1:35 am
Macan Kampus
Ngomong2 Pak Muradi kemana nih.
Kok tidak nongol lagi diartikel ini.
September 18, 2010 at 1:38 am
Pengamat
Pak Muradi kaya yang lempar batu sembunyi tangan.
Wkwkwk.
September 18, 2010 at 1:40 am
Macan Kampus
Wey, parah luh… Udah numpang diblog ini ngatain yang punya blog lagi.
Parah luh coy.
Jangan bikin rusuh luh.
September 18, 2010 at 1:43 am
Yanto
Hahaha..
Bikin rusuh ntar ada PHH loe..
Pasukan Hore Hore..
September 18, 2010 at 1:45 am
Wong Edan
Betul…betul…
Betul…betul sarap.
September 18, 2010 at 1:46 am
Wong Edan
Betul…betul…
Betul…betul sarap..
September 18, 2010 at 1:48 am
muradi
Dear all: Saya terus pantau kok diskusinya rame dan menarik, meski panas tapi masih ada dalam koridor yang etis. saya nggak banyak komentar karena sedang dikejar deadline disertasi, jadi yah saya tiap hari buka blog saya, dan terus mengamati, dan dalam pandangan saya argumentasinya, meski agak emosional tapi masih dalam koridor etis lah, dan solutif. kalau memang perlu ada yang saya komentari pasti akan saya lakukan, selamat berdiskusi dan berdebat. soal pendapat saya yah rekan2 bisa lihat dari keseluruhan isi blog ini, itulah garis besarnya. Jadi tetap waspada, saya terus mengamati hahahahahahahahahahahahahahaaa!!!!
salam,
MC
September 18, 2010 at 1:51 am
Yanto
Hidup Pak Muradi!
Bapak Dosen ya?
September 18, 2010 at 2:00 am
muradi
Hidup Pak Yanto,
Saya cuma guru pak!
September 18, 2010 at 1:55 am
Pengamat
Selamat siang Pak!
Maaf ya kami bikin gaduh ditempat Bapak! Cuma buat lucu2an kok teman2 pada kurang kerjaan nih.
Wey, udah bubar lu pada. Ada yg punya Blog nih. Malu ah kita.
Hehehe..
Mhn maaf ya Pak!
September 18, 2010 at 1:59 am
muradi
nggak apa kok, tenang aja. pendapat rekan2 juga jadi bahan masukan saya, dan itulah cermin dari masyarakat kita sekarang. terus aja berdiskusi!
September 18, 2010 at 1:57 am
Yanto
Mahasiswa kurang kerjaan nih.
Malu ah, dibaca jutaan orang.
September 18, 2010 at 2:01 am
muradi
nggak lah, sedikit coretan yang kita buat tetap ada maknanya, jadi terus berdiskusi dan berdebat itu bagus buat exercise kok!
September 20, 2010 at 12:26 pm
Kayu Laut
Mamang: begini mas kalo menurut pendapat sy kenapa TNI blm mengambil tindakan keras terhadap pelanggaran kedaulatan yg di lakukan Tentera dan Polis Diraja krn kt hrs tau TNI itu bkn gerombolan bersenjata yg bs seenak udelnya untuk menyerang baling yg dampaknya akan menimbulkan kontak senjata antar angkatan bersenjata RI-Malaysia.Semua yg di lakukan para prajurit2 TNI berdasarkan perintah yg sudah ada garis komandonya dan jalur hirarkinya,kt smua tau kan panglima tertinggi ABRI adalah Presiden jd menurut sy kalo Presiden sudah menyatakan perang sy rasa TNI tdk akan takut untuk perang.Wong kata temen sy yg anggota TNI sebelum dia masuk pendidikan ada istilah kontrak mati yg dlm arti siap mati demi NKRI.
September 20, 2010 at 2:30 pm
Kayu Laut
Reformis: tiada dr sy keniatan untuk meremehkan/merendahkan tp smua brdasarkan pengalaman sy yg perna ngobrol dng teman2 sy sesama wong cilik,dan ksimpulan yg sy ambil ya banyak dr mereka blm nengetahui kalo polisi sekarang berstatus sipil/pns di karenakan polri mash menggunakan gol (tamtama,bintara,perwira) seperti pd TNI dan coba sampaikan perhatikan bentuk kepangkatan polri menyerupai bentuk kepangkatan TNI meski letaknya saja yg beda.Dan menurut saya hanya di institusi polri yg menggunakan gol tamtama,bintara,perwira dan bentuk kepangkatan yg menyerupai TNI.Setahu sy kejaksaan,DLLAJ,POL PP,POLHUT,BEA CUKAI dll tdk menggunakan gol dan bentuk kepangkatan yg menyerupai TNI.
September 21, 2010 at 11:11 pm
Kayu Laut
Sepi lg…
October 5, 2010 at 2:30 pm
Gombrek
Kalo andai saja nama kepangkatan polisi diganti yg bener2 gak berbau militeristik agar dapat mengurangi arogansi anggota polri yg masih melestarikan budaya militeristik.
October 5, 2010 at 2:34 pm
GOMBREK
Andai kata polri mau merubah bentuk kepangkatan dan nama kepangkatan maka dr hal kecil tersebut kemungkinan dpt sedikit demi sedikit merubah dan menghilangkan kultur budaya militeristik dlm institusi polri.
October 5, 2010 at 2:43 pm
GOMBREK
Misal:
jendral pol,komjen pol,irjen pol,brigjen pol diganti dng komisioner polisi TK.IV,TK.III,TK.II,TK.I
kombes pol,akbp,kompol diganti dng komisaris polisi TK.III,TK.II,TK.I
akp,iptu,ipda diganti dng inspektur TK.III,TK.II,TK.I
aiptu,aipda,bripka,brigadir,briptu,bripda diganti dng brigadir polisi TK.VI,TK.V,TK.IV,TK.III,TK.II,TK.I
abk,abs,abd,bharaka,bharatu,bharada diganti dng Bhayangkara polisi TK.VI,TK.V,TK.IV,TK.III,TK.II,TK.I
October 5, 2010 at 2:46 pm
GOMBREK
Sy cm berandai-andai lho…..
Tp klo benar2 di terapkan akan mengurangi budaya militeristik di dlm tubuh polri meski lambat namun pasti.
October 9, 2010 at 12:26 pm
Cemen
Coba juga perbandingan / study banding Militer Indonesia (TNI) dengan Militer (Tentara) diberbagai negara demokrasi.
Yang pasti sangat jelas perbedaan kultur dan budayanya.
Disini Militer (TNI) selama 32 tahun lamanya berkuasa dalam rezim militer yang berkedok negara demokrasi dan telah melampaui batas tugas / peranan militer dinegara ini semestinya, yang jelas bukan haknya militer difungsi penugasannya selama 32 tahun tsb.
Dinegara demokrasi, militer (tentara) adanya cuma dibarak.
Dalam kondisi damai sejahtera, sipil yang mengelola dan mengatur mereka.
Coba you lihat dinegara tetangga kita yg terkenal brengsek itu (Malaysia), disana militer/tentara tidak berkeliaran ditengah masyarakat sipil dan status mereka tidak diistimewakan, krn sama dengan sipil dan diatur tugas fungsinya masing2 oleh negara tsb.
Disini, jgn ditanya lah….
Militer/tentara selalu merasa kuat dan superior dari sipil, padahal yg menggaji mereka rakyat.
Sampai2 bentrok segala dengan saudaranya sndri (Polri).
Kurang proffesional dan selalu menunjukkan power/arogansi kepada sipil.
Sampai2 penanganan terorispun diributkan dan jadi rebutan.
Ini semua terlepas dari institusi sipil spt Kepolisian Negara mampu atau tidaknya menangani Teroris, korupsi dan citra buruk Polisi dimata rakyatnya.
Seolah Militer/tentara memanfaatkan keadaan Polri yg seperti itu.
Tidak puaskah selama 32 tahun menguasai sipil dan tugas fungsi yg dulu dijalaninya sebenarnya bukan haknya militer ?
Walaupun Tentara dan Polisi jelek seperti itu, tapi saya sangat mencintai TNI dan Polri yg proffesional sesuai fungsi tugasnya sbg penjaga pertahanan dan keamanan bangsa ini.
Saya yakin, kedepan TNI dan Polri akan lebih bersih dari kotoran2 ditubuhnya, lebih kompak dan proffesional sesuai fungsi tugasnya masing2.
October 9, 2010 at 12:34 pm
Cemen
Coba juga perbandingan / study banding Militer Indonesia (TNI) dengan Militer (Tentara) diberbagai negara demokrasi.
Yang pasti sangat jelas perbedaan kultur dan budayanya.
Disini Militer (TNI) selama 32 tahun lamanya berkuasa dalam rezim militer yang berkedok negara demokrasi dan telah melampaui batas tugas / peranan militer dinegara ini semestinya, yang jelas bukan haknya militer difungsi penugasannya selama 32 tahun tsb.
Dinegara demokrasi, militer (tentara) adanya cuma dibarak.
Dalam kondisi damai sejahtera, sipil yang mengelola dan mengatur mereka.
Coba you lihat dinegara tetangga kita yg terkenal brengsek itu (Malaysia), disana militer/tentara tidak berkeliaran ditengah masyarakat sipil dan status mereka tidak diistimewakan, krn sama dengan sipil dan diatur tugas fungsinya masing2 oleh negara tsb.
Disini, jgn ditanya lah….
Militer/tentara selalu merasa kuat dan superior dari sipil, padahal yg menggaji mereka rakyat.
Sampai2 bentrok segala dengan saudaranya sndri (Polri).
Kurang proffesional dan selalu menunjukkan power/arogansi kepada sipil.
Sampai2 penanganan terorispun diributkan dan jadi rebutan.
Ini semua terlepas dari institusi sipil spt Kepolisian Negara’ mampu atau tidaknya menangani Teroris, korupsi dan citra buruk Polisi dimata rakyatnya.
Seolah Militer/tentara memanfaatkan keadaan dan citra buruk Polri yg seperti itu.
Tidak puaskah selama 32 tahun menguasai sipil dan tugas fungsi yg dulu dijalaninya sebenarnya bukan haknya militer ?
Walaupun Tentara dan Polisi jelek seperti itu, tapi saya sangat mencintai TNI dan Polri yg proffesional sesuai fungsi tugasnya sbg penjaga pertahanan dan keamanan bangsa ini.
Saya yakin, kedepan TNI dan Polri akan lebih bersih dari kotoran2 ditubuhnya, lebih kompak dan proffesional sesuai fungsi tugasnya masing-masing.
October 9, 2010 at 12:53 pm
Cemen
Ada tujuan militer dgn menggunakan tangan sipil yg menginginkan kewenangan, tugas dan fungsi polisi dikurangi.
Jelas militer iri melihat polisi sekarang ini mempunyai kewenangan luas.
TNI melalui tangan sipil berusaha dgn segala cara agar menempatkan Polri dibawah suatu Kementrian Dalam Negeri.
Ditengah makin parahnya citra buruk Polri dimata rakyat akan sangat mudah bagi militer melalui tangan sipil dalam membentuk opini public dan menggerakkan tuntutan agar Polri ‘dikerdilkan’ kewenangannya.
Anda yg kebetulan militer disini boleh tersinggung dengan komentar saya.
Tapi memang seperti itu fakta dan analisa beberapa pengamat yg saya kumpulkan.
Disini saya tidak memancing anda untuk memanaskan suasana, tapi saya punya fakta seperti itu.
Sorry, saya bukan Policeman or Police family tapi saya justru orang yang mencintai military and police.
October 9, 2010 at 2:20 pm
GOMBREK
Cemen@ waduh…waduh mas,lha sampean kira sy ini militer tho.Sy ini cm orang yg ingin smua sesuai kodrat dan fungsi nya,kalo yg militer ya berada lah di alam militer nya dan yg sipil ya berada lah di alam sipil nya.Jng seperti skr militer di suruh seperti sipil dan sipil malah kayak militer,contoh sudah banyak dan pasti kita smua sudah tau.
October 9, 2010 at 8:44 pm
Cemen
@Gombrek.
Coba anda baca kembali komentar saya diatas!
Tidak ada komentar saya yang tertuju kepada anda.
Makanya kalau komentar baca dan simak dulu bung!
”SAYA ULANGI,
BACA DAN SIMAK DULU BUNG!”
October 9, 2010 at 9:00 pm
Hansip
Yang komentar disini dari beberapa nama berbeda, tujuan dan maksudnya sama gobloknya.
Kalo mau berargumen yg bener dong, jgn asal njeplak dan nulis itu itu aja tuntutannya.
Hehe.. ada juga yg kepancing tuh, ngga disebutkan namanya sama komentator lain’ eh dia pikir maksudnya kedirinya.
Payah, pemikiran dangkal dan ga bermutu. Pantesan komentarnya ga berbobot dan itu itu aja.
October 9, 2010 at 9:19 pm
STUPID
yaaah….
yang pro militer disini terlihat tdk bisa mencounter argument argument dari komentator lainnya.
komentar berbobot dilawan komentar lemot.
mungkin ane nulis komentar ini aja dia kaga ngerti maksudnya.
October 9, 2010 at 9:48 pm
angga
@Azis, aku setuju kalau AL dan AU harus lbh kuat dari AD.
Dinegara kepulauaan sangat diperlukan, dan dlm kondisi damai dibutuhkan AL dan AU yg tetap menjaga pertahanan dilaut dan diudara dari kemungkinan rongrongan kedaulatan dari luar.
October 11, 2010 at 2:26 am
jhon
Kalo ada tentara mengkritik polisi itu sama aja rampok teriak maling.
Kesalahan trbsr bangsa ini adalah gampang memaafkan dan melupakan pelanggaran HAM berat dan KKN pada jaman rezim militer selama 32 thn brkuasa.
Walaupun skrg presiden dari militer tp tdk menginginkan militer spt dulu lg.
Ada bbrap Purn.Jend yg dulu trlibat pelanggaran HAM berat menskenariokan kerusuhan Mei 98 dan skrg tdk tahu malu ikut dipilpres.
October 11, 2010 at 2:42 am
sea ghost
Konsep pertahanan didarat yg dulu pada jaman perang kemerdekaan dipakai dalam perang gerilya dihutan, skrg ini sdh tdk sesuai dgn perkembangan jaman.
Pada masa damai skrg ini pertahanan dilaut dan diudara harus diperkuat dan diperbesar.
Utk menjaga kedaulatan bangsa dari kemungkinan penyusup dari laut dan udara.
Dominasi matra darat semenjak reformasi harus dikurangi dan sangat tepat Panglima tentara nasional digilir setiap matra (udara, laut dan darat).
Korps Marinir harus dimekarkan setingkat Kostrad.
Danjen Marinir harus Pati bintang tiga atau Letjen TNI (Marinir).
Koarmada harus ditambah jumlahnya.
Korpaskhas jg harus dimekarkan spt kormarinir.
Koopsau jg harus ditambah jumlahnya.
Mengingat luas negara ini sebagian besar lautan maka sangat diperlukan kekuatan laut dan udara yg besar dalam menjaga pertahanan dilaut dan udara.
October 11, 2010 at 2:53 am
amir
HAH KALIAN PADA BANYAK CAKAP TENTANG TENTARA DAN POLIS SAJA!
TIDAK TERPIKIRKAH OLEH KALIAN?
RAKYAT INDON MASIH BANYAK PADA LAPAR!
DASAR BANGSA INDON HUKUM RIMBA!
GAMPANG DIHASUT DAN DIADU DOMBA!
TIDAK PUNYA PENDIRIAN KAH?
October 11, 2010 at 3:23 am
Anti Malingsia
TENTARA ADANYA CUMA DIBARAK TITIK.
Pada masa damai berlatih dan terus berlatih biar lebih proffesional sbg alat pertahanan.
Intelejen militer tetap harus waspada dan memantau perbatasan negara diudara, dilaut dan didarat (khusus didarat, perbatasan dikalimantan dgn malingsia, perbatasan dipapua dgn papua nugini, ditimor perbatasan dgn timor leste).
@amir: dancok luh! Dasar negara maling dan penyusup. Negara boneka inggris. Jgn ikut campur luh doggie.
October 11, 2010 at 6:19 am
senator
Kalau di Indonesia Polri dibawah Kementerian dalam negeri tidak pas, mengingat tugas Mendagri sudah overloud.
Tapi kedepan sedang dipikirkan suatu Kementerian baru, yaitu Kementerian Keamanan yg membawahi Polri, BNN-Badan Narkotika Nasional dan Imigrasi.
Menkam atau Menteri keamanannya bisa dari sipil biasa atau dari purnawirawan perwira tinggi polisi, seperti yg diterapkan dibeberapa negara.
Jadi kalau TNI dibawah Kementerian Pertahanan dan Polri dibawah Kementerian Keamanan.
Kedepannya akan seperti itu.
October 11, 2010 at 6:43 am
senator
Menurut peraturan internasional-PBB,
-Militer hanya berfungsi sbg alat pertahanan dan tugasnya menjaga kedaulatan suatu negara tsb.
Tapi suatu saat bisa diminta bantuannya oleh polisi dalam menjaga keamanan negara.
-Polisi bertugas dan berfungsi menjaga keamanan dalam negeri dan penegakkan hukum sipil.
Jadi sebenarnya peraturan internasional-PBB dan peraturan perundang2an negara RI tentang tugas dan fungsi TNI-Polri sudah cocok.
Peraturan PBB jelas melarang kekuatan militer utk menghadapi rakyat sipil spt yang terjadi dijaman orde baru (dulu jaman orde baru militer khususnya angkatan darat digunakan utk menghadapi rakyat sendiri spt, menjaga kamtibmas, menangkap penjahat kriminal, menghadapi demontrasi warga dan juga berfungsi sebagai kekuatan sosial politik) jelas ini suatu kesalahan besar yang sangat menyimpang dari kodrat militer.
Dalam keadaan damai militer tempatnya dibarak dan tetap waspada intelijen militernya dalam menjaga pertahanan negara.
Hanya sebatas itu dan tidak berlebihan.
October 11, 2010 at 7:04 am
senator
Masalah uniform dan istilah kepangkatan itu TIDAK mutlak hanya punya militer!
Memang budaya militer di Indonesia seolah2 mengatakan bahwa yang namanya kepangkatan dan uniform itu hanya militer yang pakai.
KESALAHAN, KEKELIRUAN DAN PEMAHAMAN YANG SANGAT BODOH DAN TOLOL!
Tidak ada peraturan internasional-PBB atau peraturan negara yang menyatakan bahwa istilah kepangkatan dan uniform hanya milik tradisi/kultur militer yang bisa memakainya dan sipil seperti polisi tidak boleh menggunakannya.
Tidak ada peraturan yang mengatakan demikian dan sekali lagi bahwa yang namanya kepangkatan/golongan/uniform bukan cuma milik budayanya militer atau tentara!
Kalaupun polisi sipil berstatus sipil dan berkodrat sipil sama dengan pegawan negeri sipil lainnya yg memakai golongan/jenjang kepangkatan sipil, tapi polisi menurut peraturan internasional-PBB dan peraturan negara adalah sebagai penjaga kamdagri dan penegak hukum sipil.
ISTILAH KEPANGKATAN dan uniform Polisi sipilpun bisa memakainya.
Jadi jangan diartikan menyalahi kodrat status sipilnya.
Kepangkatan ala prajurit atau uniform tektek bengek bukan hanya milik tradisi dan budaya tentara!
October 11, 2010 at 8:46 am
Aktivis FORKOT
Tahu nih, ada sebagian orang yg meributkan kepangkatan/golongan Polri yg katanya berbau militer dan katanya lagi, seharusnya Polisi yg berstatus sama dgn PNS
memakai golongan spt PNS.
Katanya lg, Polisi telah menyalahi kodrat sipil tapi bergaya militer.
Katanya lg, Polisi biang korupsi dan terlalu luas kewenangannya.
hahahaha….
Kok sampai sejauh itu tuntutannya.
Begini aja deh enaknya,
dinegara ini yang namanya sebutan kepangkatan, golongan & uniform bagi TNI, Polri dan PNS sudah diatur oleh aturan sesuai peraturan masing2 institusi/lembaganya.
Ngapain diributin.
Tapi tidak ada aturan yg bilang Polri tidak boleh pake istilah kepangkatan dan jenjangnya yg katanya mirip2 TNI krn menyalahi kodrat status sipilnya sama dgn PNS.
Hahahaha….
Polri biarpun sipil sama dengan PNS tapi beda tugas fungsinya dong.
Kalo Citra Polri yg dari dulu sampai sekarang makin tambah buruk dimata masyarakat, ya Polri harus intropeksi diri dan membersihkan lembaganya dgn sapu yg juga benar2 bersih.
Kita tau lah bagaimana punglinya Polantas, Reserse dan satuan lain dalam tubuh Polri. Dari mulai bawahan sampai atasan/para pejabat Polri memang banyak bangsatnya dan semua orang menghujat membenci bahkan mengutuk polisi2 bangsat itu.
Itu semua krn kontrol masyarakat begitu tajam trhdp Polri dan Polri dibilang dablek tidak tau malu, walaupun sudah dicap kotor tp banyak bangsat2 polisi yg ngga punya malu.
Yah itu lah Polisi, lebih banyak 99% disorot jeleknya dan cuma 1% yg dilihat baiknya.
Kenapa?
Karena memang Polisi sbg penjaga kamtibmas seharusnya mengayomi masyarakat dan masyarakatnya yg menilai Polisi tidak becus dsb, Polisi sbg penegak hukum dianggap tdk mampu menegakkan hukum seadil2nya malah bnyk pungli dan korupsi dsb.
Krn tugas Polisi yang langsung bersentuhan dengan rakyat maka mudah bagi rakyat mengetahui seluk beluk polisi itu. Istilahnya memang Polisi engga ada yg bener dan bangsat semua, segala hujatan terlontar dari rakyat pada busuknya Polisi.
Nah, beda dgn lembaga/institusi lainnya yg tidak bersentugan langsung dgn masyarakat.
Masyarakat cuek aja kebusukan2 institusi negara (selain polri) krn memang institusi busuk lainnya tdk bersentuhan langsung dgn masyarakat spt polri yang citranya sdh dicap buruk oleh masyarakat.
Beda kan sama TNI yg lbh mudah mendapat simpati dari rakyat.
Krn memang tugas pokok dan fungsinya tentara tdk bersentuhan langsung dgn kepentingan masyarakat umum dan rakyat tidak terlalu memikirkan kelakuan TNI yg pada jaman orde baru MENGELOLA PEMERINTAHAN REZIM MILITER jelas2 melawan kodrat militernya dan pelanggaran HAM berat, Korupsi sangat besar yg menyebabkan bangsa ini terpuruk dan meninggalkan bnyk hutang luar negeri.
Ingat walaupun tgl 17 Agustus 1945 kita telah merebut kemerdekaan dari penjajah, tapi sebenernya baru 12 tahun kita baru benar2 merdeka dinegara ini.
Mulai dari 1998 era reformasi s/d skrg ini sangat sulit baru berumur 12 tahun utk mengelola bangsa ini menjadi benar2 demokrasi, adil, sejahtera dan aman damai sentosa.
Siapapun presidennya kita dukung dan jgn sampai kembali kemasa lalu.
Walaupun budaya bangsa ini sangat mudah memaafkan dan melupakan kebusukan masa lalu selama 32 tahun.
October 11, 2010 at 9:04 am
Aktivis FORKOT
Polisi busuk citranya buruk dimata rakyat tp militer jangan sok suci lah, seolah mengambil untung dari cap buruk polisi.
Inget jaman perang merebut kemerdekaan bukan hanya militer yg berjuang.. Rakyat sipil pun sblm trbentuknya TNI telah banyak perjuangannya dalam merebut kemerdekaan.
Nah setelah proklamasi maka dibentuklah Tentara rakyat sbg komando perang rakyat melawan penjajah.
Pahlawan2 Kemerdekaanpun banyak yg dari sipil dan rakyat.
Jadi buat apa militer petantang petenteng dpn rakyat sendiri yg telah melahirkannya.
Militer diIndonesia punya sejarah panjang yg berasal dari rakyat utk rakyat. Tapi seiring perjalanan waktu dari orde lama ke orde baru, mulai penyimpangan2.
Kalau polisi no comment lah! Emang sama bangsat dan busuknya.
October 11, 2010 at 2:08 pm
GOMBREK
Senator: kalo gk salah d TNI ada aturan yg melarang keluarga TNI,ormas dan organisa mengunakan atribut/uniform dan hal2 yg mirip atau menyerupai TNI tp sy lupa aturan itu,entar coba sy tanyakan teman sy yg d TNI.Mungkin aturan itu ada untuk mengurangi sipil yg sok kemiliteran.
Aktifis: y semoga apa yg ada tulis d atas bs secepatnya terwujud,kt semua sebagai rakyat berharap hal yg baik untuk negri tercinta indonesia.
October 12, 2010 at 2:26 am
amir
HAA
ORANG INDON BODOH KAH?
PADA GADUH DISINI.
APA YANG KALIAN CAKAPKAN TAK ADA GUNA DISINI.
October 12, 2010 at 6:25 am
@GOMBREK
Kalau kamu bilang mau tanya aturan sama temanmu, itu menunjukkan kelemahan dirimu diforum ini.
Pikirkan itu mas.
Disini kamu mengkritik tapi begitu diserang balik kamu tidak bisa mengcounternya.
Banyak banyak belajar dan baca dulu sebelum komentar disini.
Yang ada kamu malah mempermalukan diri sendiri.
October 12, 2010 at 12:11 pm
GOMBREK
Ya nama nya sipil mas ya otomatis kemampuan sy tentang militer tdk sengerti militer itu sendiri.Ya klo sy lebih ngerti atau ngerti banget soal militer percuma donk TNI punya Sumpah Prajurit butir ke 5.
Klo tidak salah ada aturan yg mengatur ato melarang penggunaan uniform/atribut TNI oleh sipil,klo tdk salah Berdasarkan ST Panglima TNI No.STR / 356 / 2008 Tgl.13/08/2008 yang menyatakan satgas partai politik,keluarga TNI (istri,suami,anak) orang perorangan atau kelompok masyarakat dilarang menggunakan seragam atau atribut TNI atau yang menyerupai seragam TNI atau atribut TNI.
Jd klo menurut sya urutan kepangkatan,bentuk kepangkatan,golongan(Perwira,Bintara,Tamtama) TNI adalah bagian dr atribut/uniform/ciri khas TNI yg tdk diperkenankan sipil untuk meniru/menyerupai nya.
October 12, 2010 at 2:00 pm
jhon
↑
KAKI TANGAN MILITER
October 13, 2010 at 2:54 am
GOMBREK
Kok yo ada yg nulis KAKI TANGAN MILITER yg gak jelas ditujukan pada siapa.
Sy pribadi prihatin kenapa TNI selalu d pojok kan dng masalah pelanggaran HAM d Aceh,Papua,Timor timur dan masalah bisnis TNI,korupsi d tubuh TNI.Seakan begitu jeli orang2 melihat TNI dr segi buruknya tp apa merek berfikir berapa bnyak prajurit TNI meregang nyawa saat melaksanakan tugas negara d Timor timur,Aceh,Papua dan berapa bnyak janda2 prajurit TNI,berapa bnyak anak2 yatim prajurit TNI,berapa banyak orang tua yg kehilangan putranya yg gugur d medan tugas.Apakan orang2 yg selalu mengeritik,memojokkan dan menghina TNI berfikir sampai disitu dan sy yakin belum tentu kita punya nyali dan mental baja seperti mereka(TNI) yg siap tertembus peluru saat kontak d medan tugas atau menjadi tawananan dan mendapatkan siksaan dr separatis bersenjata.
October 13, 2010 at 3:18 am
GOMBREK
Masih banyak kita jumpai prajurit2 TNI maseh tinggal d kontrakan,berangkat dinas hanya mengandalkan angkutan umum atau kendaraan jemputan dr satuan dan maseh bnyak prajurit2 TNI yg setelah lemas dinas mencari tambahan untuk menambah biaya hidup misal menjadi tukang ojek,membuka kios,jasa penjahit pakaian.Apakah orang2 yg selalu mengeritik,memojokkan dan menghina TNI melihat sampai kesitu,mereka hanya melihat dr sisi buruk nya saja dan apakah selama ini orang2 yg selalu mengeritik,memojokkan dan menghina TNI dpt mencari solusi untuk meningkatkn kesejahterahan prajurit2 TNI.
October 13, 2010 at 9:53 am
jhon
Ada yang semakin kepancing suasana karena TNI merasa dipojokkan!
Kalau dibaca ulang dari atas sampai bawah, sebenarnya banyak bahasa dan tulisan dari komentator disini yang bisa saja mengcounter dan menyerang balik dengan logika yang ada.
Tapi ya sudahlah….
Jadi ingat ilmu PSIKOLOGI KOMUNIKASI yang tidak perlu saya ulas disini.
October 13, 2010 at 10:11 am
@Gombrek,
Itu berarti ada sebab dan akibat atau ada akibat yang menyebabkan itu.
hmm…
ditarik benang merahnya dulu.
Pertanyaan anda ibarat beberapa pertanyaan yang bisa diulang2 milyaran manusia dimuka bumi ini!
Kenapa orang itu bisa jatuh?
Kerena apa orang itu bisa jatuh?
Apa sih yang bikin orang itu jatuh?
Orang itu bisa jatuh karena apa?
Pertanyaan yang bisa diulang terus dengan pengacakan suku kata.
Maka jawaban milyaran orang bisa bervariasi dan seterusnya.
October 13, 2010 at 10:25 am
Pertanyaan atau pernyataan neh boss.
Ada sebuah pertanyaan klasik bodoh,
ayam dulu apa telor dulu ?
Jawabannya bisa akustik atau elektrik !
Kenapa orang benci sama gua?
jawabannya intropeksi diri !
Pernyataan penuh belas kasih atau ingin dikasihani dalam mencari simpati.
October 13, 2010 at 10:48 am
Korban jaman
-Orang sok pintar bilang,
Karena selama 32 tahun lamanya militer mengelola negara yang sedang damai telah menyimpang dari kodrat militernya.
Main intrik dan rekayasa seolah2 negara dalam keadaan bahaya sehingga perlunya militer turun tangan dan semua masalah diberangus/ditutupi.
Dibuatlah uu subversif main bunuh dan culik kepada siapa saja yang vokal dan dianggap makar.
Kenapa bangsa ini sulit keluar dalam keterpurukan, banyak hutang tujuh turunan?
Jawabannya karena ini karena itu.
-Orang awam bilang, mendingan jaman Orde Baru yg aman terkendali dan harga2 murah.
Jawabannya ada diorang yg sok pintar diatas.
October 13, 2010 at 1:09 pm
GOMBREK
Y kalo ada yg berpendapat lain y mogo toh d blog ini tempat kt saling bertukar ilmu dan informasi jd y memang hrs begini……..
Y klo ada yg bilang 32th rezim militer mengelolah negara ini y otomatis hasil dr itu semua prajurit2 tdk seperti penyataan sy d atas tho…..
Otomatis sudah tinggal d rmh gedongan,punya mobil mewah,hidup tercukupi tp kalo sampe skr tetap memprihatinkan y rekan2 bs menyimpulkan sendri.Sy melihat sesuatu tdk hanya dr sisi buruknya saja tp sebaliknya jg tp klo ada orang yg hanya melihat hanya dr segi buruknya y monggo…….
Sy rakyat biasa tp sy masih peduli dng negara ini,y kalo memang skr jaman nya militer d sipil-sipil kan dan sipil d militer-militer kan y silakan dan skr TNI d pojokkan,dikritik dng alasan apapun y sy hanya bisa melihat saja dan munggin d blog ini sy bs menyuarakan unek2 sy.Trims
October 13, 2010 at 1:20 pm
GOMBREK
Menurut pengamatan sy orang2 yg ikut meramaikan blog ini mempunyai karakter penulisan
1.Berdasarkan ketidak terimaan
2.Berdasarkan kebencian
-kalo y. berdasarkan ketidak terimaan hanya menuntut perubahan menuju kebaikan dan sesuai dng porsi,kodrat dan status nya dan dpt menerima perubahan itu sekiranya sudah berjalan dan sesuai dng porsi,kodrat dan status nya.
-kalo yg berdasarkan kebencian hanya memojokkan,menghujat dan mengeritik tanpa menerima dan melihat usaha2,perubahan2,pembenahan yg telah dilakukan krn hanya memfonis tanpa melihat sisi yg lain.
October 14, 2010 at 12:45 am
ZIG-ZAG
PERDEBATAN YG SANGAT MENARIK UNTUK DI SIMAK……
ADA YG TERPANCING DAN ADA JUGA YG SEPERTINYA TERPANCING TAPI JUSTRU SEBENARNYA MEMANCING……..
October 14, 2010 at 8:01 am
NAGA BONAR
HAI GOMBREK, MENDINGAN KAU BELAJAR DULU ILMU SEBAB AKIBAT.
BIAR COMMENT KAU BERMUTU AND TIDAK ITU ITU SAJA.
KAU TELAAH LAGI KOMENTAR2 YANG ADA DIATASMU LAH!
ADA YANG BILANG KALAU KAU INI TERLIHAT TIDAK BISA MENCOUNTER SERANGAN BALIK. DAN MEMANG SEPERTI ITU KAU INI.
MACAM MANA PULA BAH!
October 14, 2010 at 8:14 am
pleton
Emang sipil dikasih kesempatan pada tdk becus.
Kerjaannya mengkritik saja.
Lihat saja nanti kalau aku menguasai bangsa ini kembali, tidak ada itu kritikan sampah begini.
pns-pegawai negeri sialan, pns-polisi negara sialan.
October 14, 2010 at 5:01 pm
jhon
@pleton, Anda cocok hidup dijaman orba bung!
Anda tdk bisa menahan diri (kepancing) permainan kata disini.
Semakin anda emosi semakin gampang menilai anda.
October 14, 2010 at 6:05 pm
mami
Siapa dia? Dari mana dia? Kenapa dia? Ada apa dengannya?
Harusnya begini, begitu! Maunya ini itu!
Diskusilah sampai kalian sadar kalau kalian ini sedang dipermainkan!
Kalau membela suatu institusi tertentu, siapapun sah saja. Mencari simpatipun wajar saja lah. Mengklaim dan mengkritik ini yg jadi rancu disini.
Ada yg bertahan dan menyerang dgn argumen itu2 aja.
Intinya, semua intropeksi dirilah.
Walaupun anda semua langsung atau tidak langsung ada tujuan tertentu.
Yang ada kalian disangka mewakili institusi tertentu itu!
Jangan maunya mengkritik institusi lain, tapi begitu institusi yg dipujanya dikritik balik kok tidak mau.
Jangan juga merasa paling unggul dan merasa bersih, itu sama saja egois dan mau menang sendiri.
Kalau melihat judul dari blognya mas Muradi ini
(POLICE & MILITARY STUDY) tapi isinya kok dominan membahas tentang polri saja.
Oh ya Mas Muradi, diatas ada yg mengusulkan diskusi tentang system pertahanan 3 matra dan mana yang harus dikembangkan pada masa sekarang ini. Saya setuju sekali tuh!
Ditunggu artikelnya Mas Mur!
October 14, 2010 at 6:18 pm
jaja
@gombel, kerasa bangetkan kalo lembaga yg ente puja itu dinilai jelek oleh pihak lain!
Yg ada ente senewen sendiri bang! Ente terakhir bilang jangan cuma memvonis (militer) berdasarkan kebencian, tapi lihat sisi lainnya.
Nah loh, kalo ente mengkritisi polisi/lembaga lain juga kaya begitu kok! Cuma bisa dinilai dari kebencian dan sisi buruknya.
Kok ente lama2 makin ketahuan/kepancing jatidirinya.
MUNAFIK dan SOK SUCI luh!
October 14, 2010 at 6:48 pm
Pak De
AWAS ADA PIHAK YANG CUMA MAU NGADU DOMBA ANTARA TNI DAN POLRI.
Saya amati diberbagai diskusi tentang tentara dan polisi, seringkali ada yang terpancing dan memancing suasana. Malahan dari oknum anggota tentara sendiri ada yang terang terangan mengkritisi polisi dan seolah ingin membentuk opini public dan memprovokasi. Pengamatan saya juga sering melihat oknum militer itu lebih mudah terpancing emosinya dalam diskusi diberbagai situs internet.
Coba anda lihat diforum diskusi diweb tni.au yang isinya kesombongan dan arogansi serta banyak orang2 yg jelas mengaku dari kesatuan matra darat dan jelas2 menghina, mencaci, meremehkan dan menghujat institusi sipil yg dianggap tidak punya nilai dan harga diri.
October 14, 2010 at 6:56 pm
Pleton
Polisi emang udah jelek Pak De!
Sekarang polisi emang merasa superbody dan songong. Kalau diserang aja kocar kacir. Pengecut!
October 14, 2010 at 6:58 pm
Pak De
AWAS ADA PIHAK YANG CUMA MAU NGADU DOMBA ANTARA TNI DAN POLRI.
AWAS JANGAN TERPANCING!
October 15, 2010 at 1:15 am
GOMBREK
Kalo menurut sy kinerja polri sudah cukup bagus baik dlm segi fungsi dan tugas nya tp yg sy lihat tdk pas adalah polri masih mempertahankan kultur militeristik yg bertentangan dng tujuan polri untuk menjadi polisi sipil yg lebih humanis.Kultur2 yg masih dipertahankan adalah dr segi atribut/uniform yg masih kental dng nuansa militerisme.Sy melihat seakan polri adalah suatu institusi yg berstatus ganda antara sipil dan militer,dr segi status polri adalah pns tp tp dilihat dr segi atribut/uniform polri tak ada bedanya baik dr golongan kepangkatan,bentuk2 pangkat dr pangkat terendah hingga paling tinggi,memakai istilah2 dan bentuk2 tanda jabatan militer.Di harapkan polri sebagai institusi sipil tdk melenceng dr kodrat nya,dan tdk akan mempengaruhi fungsi dan tugas polri apa bila bentuk pangkat polri dirubah agar tak menyerupai bentuk kepangkatan militer/tni,menyesuaikan golongan d polri dr yg tadi nya dikelompokkan dng nama perwira,bintara,tamtama menjadi pengelompokan golongan yg ada d pns seperti I,II,III,IV dst.Krn meski terlihat sepele justru dr atribut/uniform itu lah kultur militeristik d tubuh polri masih terpelihara,dan kalo yg berpendapat ada nya pangkat dan golongan d tubuh polri memang sudah ada dr jaman penjajahan belanda dan jepang otomatis hanya berpatokan dng sejarah tanpa menyesuaikan dng jaman nya,sy ulangi lagi fungsi dan tugas polri tdk ada hubungannya dng kepangkatan dan golongan kepangkatan polri,apapun nama pangkat nya,bentuk pangkat nya nama golongan pangkat nya tdk akan merubah dan mengurangi fungsi dan tugas polri.
October 15, 2010 at 1:28 am
GOMBREK
Jd kenapa masih ada yg ngotot tentang hal kepangkatan dan golongan polri toh tdk akan merubah atau mengurangi fungsi dan tugas polri.Kalo polri masih bangga dan mempertahankan atribut/uniform yg kental dng nuansa militeristiknya ya mending polri kembali lg saja bersetatus militer seperti dulu dan otomatis bergabung kembali dng tni tp kalo itu bertentangan/bertolak belakang dng semangat reformasi polri ya polri hrs total kembali kekodrat nya tanpa membawah budaya/kultur militeristik.
October 15, 2010 at 1:44 am
GOMBREK
Bedakan antara:
1.Memberi saran
2.Mengeritik
3.Menjelek-jelekan
4.Memfonis
jd jng mencapur adukkan antara memberi saran dng mengeritik,menjelekan dan memfonis.Dan sikapilah dan pilah2 lah argumen seseorang apakah itu memberi saran,mengeritik,menjelekkan atau memfonis.
Dan saya rasa kesimpulan yg bodoh untuk menyimpulkan seseorang yg memberi saran,mengeritik polri sebagai kaki tangan militer,anggota militer atau keluarga besar militer dan sarana mengadu domba tni dng polri.
Jng2 yg memberi kesimpulan seperti itu dan kelihatan ngotot membela polri adalah kaki tangan polri,anggota polri atau dr keluarga besar polri.
October 15, 2010 at 8:51 am
Jhon
@Gombrek, kalau anda sudah kehabisan kata2. Jangan diulang komentarmu yang itu2 saja.
Apa anda pikir polisi diseluruh belahan dunia dinegara manapun memakai tanda pangkat, uniform khusus polisi dan memakai senjata tempur seperti militer lalu anda anggap polisi itu meniru2 militer.
Polisi dinegara manapun memang sipil dan bersenjata, bergolongan, berpangkat, beratribut seperti/mirip2 dengan tentara. Tapi bukan berarti polisi itu meniru2 militer/tentara dan menyalahi kodratnya sebagai golongan institusi berstatus sipil yang anda maksud!
Apa senjata api pangkat dan atribut cuma milik militer dan apa cuma militer yang bisa pakai? Anda ini cuma mengulang2 komentar yang selalu tentang itu.
Kalau anda bilang polisi sipil menyalahi kodrat, apa ruginya buat anda?
Apa anda merasa iri dan tersaingi dengan melihat polisi bersenjata lengkap dengan tanda pangkat dan atribut yang anda klaim meniru militer dan menyalahi kodratnya sebagai sipil.
Anda selalu berpikir seolah hanya militer yang bisa begitu!
Apa anda tidak melihat peraturan nasional dan internasional tentang apa itu polisi dan peraturan tanda pangkat yang selalu anda gugat.
Ada yang tahu siapa sebenarnya anda dan apa motivasi anda!!!
Anda dan beberapa nickname yang ada diartikel ini adalah satu orang yang sama!
Komentar anda dan beberapa nickname lainnya sama saja.
Pahami itu Bapak Gombrek yang terhormat!
October 15, 2010 at 8:53 am
jhon
@Gombrek, kalau anda sudah kehabisan kata2. Jangan diulang komentarmu yang itu2 saja.
Apa anda pikir polisi diseluruh belahan dunia dinegara manapun memakai tanda pangkat, uniform khusus polisi dan memakai senjata tempur seperti militer lalu anda anggap polisi itu meniru2 militer.
Polisi dinegara manapun memang sipil dan bersenjata, bergolongan, berpangkat, beratribut seperti/mirip2 dengan tentara. Tapi bukan berarti polisi itu meniru2 militer/tentara dan menyalahi kodratnya sebagai golongan institusi berstatus sipil yang anda maksud!
Apa senjata api pangkat dan atribut cuma milik militer dan apa cuma militer yang bisa pakai? Anda ini cuma mengulang2 komentar yang selalu tentang itu.
Kalau anda bilang polisi sipil menyalahi kodrat, apa ruginya buat anda?
Apa anda merasa iri dan tersaingi dengan melihat polisi bersenjata lengkap dengan tanda pangkat dan atribut yang anda klaim meniru militer dan menyalahi kodratnya sebagai sipil.
Anda selalu berpikir seolah hanya militer yang bisa begitu!
Apa anda tidak melihat peraturan nasional dan internasional tentang apa itu polisi dan peraturan tanda pangkat yang selalu anda gugat.
Ada yang tahu siapa sebenarnya anda dan apa motivasi anda!!!
Anda dan beberapa nickname yang ada diartikel ini adalah satu orang yang sama!
Komentar anda dan beberapa nickname lainnya sama saja.
Pahami itu Bapak Gombrek yang terhormat!.
October 15, 2010 at 9:05 am
jhon
Polisi tetap polisi dan berstaus sipil.
Tentara tetap tentara dan berstatus militer.
Coba anda pahami asal kata dari CIVIL dan MILITARY yang diadopsi dari bahasa Inggris kebahasa Indonesia.
Nah jelas polisi itu bukan angkatan perang atau tentara yang bertugas menjaga pertahanan negara.
Jadi apa ruginya buat anda?
Kalau anda menyarankan sebaiknya polisi jangan menyalahi kodrat sipilnya karena anda menilai pangkat/atribut polisi itu memakai tradisi istilah militer, apa ruginya buat anda?
October 15, 2010 at 9:29 am
GOMBREK
Jhon: Dr tulisan anda di atas berarti secara tidak langsung anda mengakui kalau polri sudah menyalai kodrat sebagai institusi sipil.Kalau anda tanya rugi atau tidak nya dng sy ya jelas sy bilang sy tdk merasa rugi karena sy tp jelas kalau polri tetap mempertahankan hal2 yg berbau militeristik berarti jelas2 kalau reformasi d tubuh polri tdk benar2 total d jalankan krn masih membawa hal2 diluar tujuan untuk menjadi polisi sipil.Sekarang sapa yg terpancing……
October 15, 2010 at 9:29 am
Wandana Iwan
YA JELAS RUGI LAH, KARENA MERASA IRI DAN TERSAINGI!
GITU AJA KOK MENYOT!
JHON, SAMA ELU JUGA KOMENTNYA MENGULANG KATA DOANG!
JADI BETE GUA, BACA DISKUSI DISINI PADA BEBEL SEMUA DAN MUTER MUTER DOANG BAHASANNYA!
POLISI N TENTARA MIKIR DONG, GAJI KALIAN ITU DARI PAJAK RAKYAT!
KOK KERJAANNYA BERDEBAT DISINI.
@OKNUM POLISI, JANGAN KORUP DAN PUNGLI AJA DEH, PIKIRIN KEAMANAN NEGARA N PENEGAKAN HUKUM YG BNR!
@OKNUM TENTARA, JANGAN BISANYA JADI BACKING DAN CARI SABETAN LIAR DILUAR GAJI, PIKIRIN PERTAHANAN NEGARA YANG KEBOBOLAN TERUS!
JADI POLISI N TENTARA, YANG PROFFESIONAL DONG, JANGAN TERBAWA KENANGAN MASA LALU YANG MENDIDIK POLISI N TENTARA JADI PETANTANG PETENTENG N AROGAN SAMA RAKYAT SIPIL!
INGAT KATA MALINGSIA, SATU BATALYON PASUKAN MALAYSIA BISA MELULUH LANTAKKAN PERTAHANAN INDONESIA!!
October 15, 2010 at 9:38 am
Wandana Iwan
AH KALIAN INI BREK N JHON PADA TOLOL!
ORANG SIPIL PADA DOYAN NGERUMPIIN POLISI N TENTARA!
APA KALIAN DULU GAGAL MASUK POLISI N MASUK TENTARA JADI BISANYA NGOCEH TANDA DASAR DAN ALASAN!
October 15, 2010 at 9:42 am
Wandana Iwan
POLISI SEKARANG LEBIH SAKTI DARI TENTARA!
TENTARA SEKARANG PADA NGIRI!
October 15, 2010 at 9:45 am
GOMBREK
Pemisahan polri dr militer selalin tuntutan reformasi juga sebagai langkah polri untuk lepas dr belenggu dan doktrin2 militer tetapi polri enggan dianggap berbeda,dan tdk setara dng militer dng status baru nya sebagai sipil maka akan timbul rasa polri dr status di bawah militer krn sudah menjadi sipil,maka dr itu polri tetap mempertahankan hal2 yg bernuansa militer baik dr segi atribut,brevet kecakapan,tongkat komando,lis merah untuk jabatan komandan,bentuk2 kepangkatan beserta urutan nya,kelompok golongan PERWIRA(pati,pamen,pama),BINTARA(bati,bintara),TAMTAMA.
October 15, 2010 at 9:47 am
jhon
@gombrek:
dari tulisan dan komentar anda dari kemarin semakin membuktikan anda itu bodoh dan punya maksud tertentu.
Pahami lagi komentar saya diatas justru memancing kebodohan kamu dalam berdiskusi dan seolah2 saya terpancing dan memang tujuan saya memancing anda.
October 15, 2010 at 9:53 am
jhon
@gombrek:
saya tadi bilang memancing anda dan andapun langsung percayakan?
haha
Anda banyak belajarlah biar komentar tidak membuat malu saya. Dan saya akan mendidik kamu biar terlatih disini.
October 15, 2010 at 9:59 am
jhon
@gombrek, militer itu yang sebenarnya dibawah sipil dan diatur sipil.
Justru sdr2 kita dipolri itu semakin bangga dengan status sipilnya karena sipil memang diatas dan mengatur militer seperti umumnya didunia.
Militer bisa perang dan tetap statusnya diatur sipil.
Suruh perang ya perang, suruh latihan ya latihan.
October 15, 2010 at 10:10 am
A to Z
Gombrek semakin terjebak suasana.
Abang Gombrek sbg pembela dan pengagung militer thx ya bang!
Abang itu sedang dididik mencounter serangan dari lawan dan yg menyerang anda itu adalah @Jhon dkk. Nickname Jhon itu adalah seorang pamen dipuspen TNI.
Mungkin Pak Muradi pun terkecoh dgn suasana ini.
Kami beberapa bulan ini mengikuti artikel ini dan mempelajari karakter2 dari siapa saja yang brdiskusi disini.
October 15, 2010 at 10:11 am
A to Z
Gombrek semakin terjebak suasana.
Abang Gombrek sbg pembela dan pengagung militer thx ya bang!
Abang itu sedang dididik mencounter serangan dari lawan dan yg menyerang anda itu adalah @Jhon dkk. Nickname Jhon itu adalah seorang pamen dipuspen TNI.
Mungkin Pak Muradi pun terkecoh dgn suasana ini.
Kami beberapa bulan ini mengikuti artikel ini dan mempelajari karakter2 dari siapa saja yang brdiskusi disini..
October 15, 2010 at 10:22 am
A to Z
MULUTMU ADALAH HARIMAUMU!
DAMAI ITU INDAH DAN SALAM SEJAHTERA SELALU!
October 15, 2010 at 12:25 pm
GOMBREK
Kembali lg kpd tujuan d buat nya blog ini tiada lain menambah ilmu,memperluas wawasan dan sarana tukar pendapat jg mengutaran unek2 kt.Tho klo jhon itu adalah pamen TNI justru bilau bisa menilai bahwa tdk semua rakya d indonesia yg melihat TNI dr sisi buruk nya saja.
November 7, 2010 at 9:23 am
ZIG-ZAG
Jhon: ternyata pamen TNI toh………
KALAU DARI TNI SAJA SUDAH BERPENDAPAT SEPERTI ITU TENTANG POLRI JADI GAK USALAH MAS GOMBREK SAMPAI SEGITUNYA MEMBELA TNI.KALAU JHON MERASA TNI MASIH SEJAJAR DENGAN POLRI YA JADI PERCUMA MAS GOMBREK NGOTOT DENGAN TUNTUTANNYA SELAMA INI.
NKRI HARGA MATI………
May 27, 2011 at 3:47 am
sssttt
ISTILAH NKRI HARGA MATI BOLEH SAJA, TAPI KOK KAYA YANG SANGAT TAKABUR GITU!
KALAU YANG MAHA KUASA MENGHENDAKI DUNIA HANCUR ATAU INDONESIA RAYA INI BUBAR SANGAT MUNGKIN, KARENA TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN BAGI SANG PENCIPTA ALAM SEMESTA INI.
TAPI TUHAN YANG MAHA ESA TIDAK AKAN BEGITU SAJA MENYIA-NYIAKAN UMATNYA YANG TAAT.
KECUALI MANUSIA TAKABUR YANG AKAN MENERIMA BALASANNYA ENTAH DIDUNIA, DIALAM KUBUR DAN DIAKHIRAT NANTI.
DUNIA HANYA SEMENTARA.