You are currently browsing the monthly archive for July 2007.

Mencuatnya saling lempar tanggung jawab antara Polri, TNI, serta badan Intelijen Negara (BIN) terkait dengan Insiden Pengibaran Bendera Republik Maluku Selatan (RMS) dalam peringatan Hari Keluarga Nasional di Ambon mengundang keprihatinan yang mendalam. Hal ini tentu saja terkait dengan kinerja deteksi dini yang dilakukan oleh BIN dan intelijen TNI dan |Intelijen Polri terkait dengan ancaman yang kemungkinan akan timbul. Secara harfiah memang BIN telah menginformasikan dan berkoordinasi dengan aparat keamanan lainnya, baik unsur Pemda, TNI, maupun Polri tentang ancaman dan gangguan yang mungkin akan timbul dalam Peringatan Harganas, yang salah satunya adalah rencana pengibaran bendera RMS tersebut. Akan tetapi, minimnya koordinasi membuat langkah-langkah pencegahan terjadinya aksi tersebut menjadi tidak optimal. Read the rest of this entry »

Advertisements

Di tengah berbagai kendala internal yang tengah disorot masyarakat, keberhasilan Polri menangkap salah satu gembong teroris yang paling diburu, Abu Dujana, dan Amir JII, Zarkasih, serta jaringannya patut mendapatkan apresiasi yang tinggi. Hal tersebut menjadi penegas bahwa Polri sebagai institusi yang mampu menjalankan peran dan fungsinya dalam menegakkan Keamanan Dalam Negeri (Kamdagri), maupun implementasi dari UU No. 15 Tahun 2003 Tentang Tindak Pidana Terorisme. Upaya membongkar jaringan terorisme yang ada di Indonesia terus dilakukan hingga Nordin M. Top, yang menjadi operator sejumlah aksi teror dapat ditangkap. Prestasi yang ingin terus ditorehkan oleh Polri tentu saja harus dihargai, hanya saja melihat realitas internal yang ada di tubuh Polri masih menimbulkan tanda tanya besar. Sebab, dengan berbagai kondisi yang perlu dibenahi di internal Polri, maka langkah dan laku Polri dengan segudang prestasi dalam membongkar jaringan terorisme di Indonesia menjadi kurang lengkap.
Read the rest of this entry »