STRATEGY, THE LOGIC OF WAR AND PEACE: Revised and Enlarged Edition
Author : Edward N. Luttwak Pubblisher: The Belknap Press of Harvard University Press, Cambridge, Massachusetts, London England 1987, 1st printing, 2001 revised edition

Membaca buku karya Edward N Luttwak (ENL) seperti mengikuti alur air yang mengalir deras mengikuti arus menuju kesimpulan akhir yang meluaskan persfektif dan cakrawala berpikir kita tentang strategi dalam perang dan damai. ENL dalam bukunya berupaya melakukan rasionalisasi terhadap tesisnya tentang bagaimana perang dan damai sebagai suatu proses interaksi antar manusia, dan antar Negara dalam konteks hubungan antar Negara maupun antar berbagai karakter kepemimpinan politik yang sangat mempengaruhi berbagai dinamika dunia, khususnya dalam menciptakan kondisi dunia baik perang maupun damai.

ENL membagi bukunya ke dalam tiga bagian, yakni: Pertama, Logika Strategi. Kedua, Tingkatan Strategi, dan yang ketiga, Hasil dari Strategi: Strategi Raya.Pada bagian pertama, ENL berupaya merasionalisasikan bagaimana perang dan damai dalam pendekatan strategi sama berharganya. Makanya di awal tulisannya ia menegaskan bahwa untuk sebuah perdamaian yang diinginkan, maka suatu negara harus bersiap untuk perang. Hal ini sesungguhnya merupakan pernyataan yang kontras, karena dalam konteks strategi, hal tersebut merupakan suatu kenyataan yang harus direspon oleh suatu negara. Tak heran apabila dalam berbagai kasus yang diungkap oleh ENL seperti Perang Dunia I, di mana agresifitas Jerman, menyadarkan banyak negara di Eropa bahwa mempersiapkan diri untuk suatu peperangan adalah pilihan dalam konteks hubungan antar negara. Dalam bentuk lain, ENL berupaya mempertegas paradoksial tersebut dengan mengungkapkan bagaimana perang merupakan sesuatu yang sulit diukur dalam pembiayaan, penuh resiko, terjadi pergesekan, hingga pada suatu bentuk kalkulasi untung rugi sebagai bagian dari suatu kelaziman dari paradoksial perang. Akan tetapi, yang menarik adalah ENL mencoba merasionalisasikan logika perang dan damai dalam suatu bungkus yang bernama strategi. Kunci dari strategi yang memenangkan menurut ENL adalah efisiensi dan pencapaian sukses yang klimaks. Bahkan secara berani ENL mengkaitkan kalkulasi perang sebagai bagian dari memenangkan strategi atas ekonomi dan stabilitas negara

Dalam bagian lain, ENL mencoba menggambarkan bahwa perang dan damai merupakan bagian dari proses pembuatan strategi suatu negara. Apakah suatu negara diarahkan untuk selalu melihat negara lain sebagai ancaman bagi negara tersebut, atau konflik di internal negara akan menjadi ancaman yang serius bagi negara tetangganya. ENL mencoba mengulas bagaimana Kasus Somalia menjadi bukti bahwa konflik di internal Somalia akan menjadi ancaman bagi negara tetangganya, seperti Ethiopia. Amerika Serikat, yang mencoba menjadi ’polisi dunia’ justru kalah memalukan oleh perlawanan yang gigih dari para pejuang dan pemerintah pengasingan Somalia.

Sementara itu, dalam bagian operasional perang, ENL menguraikan bagaimana sebuah operasi perang akan mengalami erosi dan akan banyak bersandar pada manuver-manuver lapangan sesuai dengan kondisi perang saat itu. Namun secara umum buku yang ditulis oleh ENL sesungguhnya memberikan sebuah rasionalisasi bagaimana perang dan damai bersanding dalam pilihan-pilihan yang sulit bagi suatu negara. Terlepas dari itu, kenyataan dan gambaran yang coba diajukan dalam buku ini memberikan pemahaman bagi para pembacanya bahwa perbedaan antara perang dan damai sangat tergantung pada bagaimana sebuah strategi disusun, dilaksanakan, dan berbagai konsekuensi dari implementasi strategi. Bahkan secara terbuka ENL menganalogikan bahwa strategi adalah pilihan antara membangun sebuah strategi akan membenturkan dua pilihan; pilihan menggunakan militer atau pendekatan politik, yakni diplomasi.sebab, penegasan yang berulang ditegaskan oleh ENL adalah bahwa dalam perang selain terjadi paradoksial, juga harmonisasi maupun ketidakharmonisan, baik dalam menjalankan strategi, maupun pilihan-pilihan manuver di lapangan.

Sehingga buku yang ditulis ENL secara garis besar memberikan gambaran yang utuh tentang pentingnya strategi dalam menciptakan perang maupun damai. Meski dalam tiga perempat halaman dari buku ini banyak mengulas proses strategi dalam perang maupun menciptakan perang. Dan yang lebih penting dari itu ENL memberikan pemahaman yang lebih utuh tentang kenapa perang dan damai dapat terjadi, dengan berbagai persfektif dalam penyususan strategi, pelaksanaan, maupun manuver-manuver di lapangannya. Sehingga saya dapat memahami lebih mendalam mengapa perang dan damai dapat terjadi di banyak negara di belahan dunia ini.

Komentar dan Analisis

Buku karya ENL ini secara umum memiliki persfektif yang optimis bahwa perang dan damai dapat diatur dalam bentuk strategi. Akan tetapi ada tiga hal yang saya kurang setuju, yakni: Pertama, bahwa keterlibatan suatu negara atau beberapa negara dalam perang dan perdamaian merupakan hasil rumusan yang bersifat strategis. agaknya ENL lupa bahwa perang ataupun suatu perdamaian seringkali tidak memiliki alasan yang kuat mengapa suatu negara atau beberapa negara melakukan perang, ataupun terlibat dalam upaya perdamaian. Sekedar contoh misalnya alasan Amerika Serikat menyerang Somalia, Afganistan, ataupun Irak. Alasan memerangi terorisme sejatinya merupakan upaya untuk menutupi tujuan penguasaan minyak dan ekonomi. Padahal, bila merujuk pada buku ENL, kajian suatu negara terhadap kemungkinan menyerang atau berperang harus memiliki landasan strategi yang kuat.

Kedua, buku karya ENL terlalu fokus pada basis realitas yang cenderung mengarahkan pembaca pada pembenaran historis. Di mana ENL berupaya mencari pembenaran pada berbagai kasus yang mengarahkan pembaca untuk setuju dengan berbagai pembenaran historis yang diajukan oleh ENL.

Ketiga, ENL cenderung ambigu untuk mempertegas posisinya. Apakah perang merupakan sebuah lanskap strategi, atau hanya perdebatan kepentingan dari figur pemimpin yang sangat berpengaruh dalam memposisikan suatu negara memilih perang atau damai.Hal ini menjadi penting mengingat perang kerap timbul karena ambisi dan kerakusan pemimpin suatu negara untuk memperlebar kekuasaannya.

Selain ketidak setujuan saya atas berbagai tesis yang diajukan oleh ENL, tapi saya juga melihat bahwa buku ini memiliki kekuatan dalam merasionalisasikan sebuah strategi dapat mengarahkan suatu negara memilih perang atau damai. Setidaknya ada empat hal yang saya anggap sebagai kekuatan dari buku ini,yakni: Pertama, buku karya ENL memiliki alur penulisan yang sangat kuat, sehingga pembaca dapat segera memahami maksud dari buku ini ditulis.

Kedua, pendalaman terhadap berbagai alasan dan pentingnya suatu strategi digambarkan dengan bahasa yang sangat jelas. Bahkan dengan berbagai rasionalisasi yang disampaikan oleh ENL, sejak awal bukunya telah menarik minat banyak pembaca terhadap kajian strategi, maupun kajian tentang perang dan damai itu sendiri.

Ketiga, ENL memberikan satu catatan penting dalam bukunya bahwa mengkaji tentang strategi, khususnya yang terkait dengan perang dan damai juga dipengaruhi oleh seberapa kuat kontrol politik di parlemen maupun eksekutif. Bahkan dalam salah satu bagian terpenting lainnya, ENL menegaskan bahwa faktor ekonomi juga menjadi bagian yang penting dalam mengimplementasikan strategi itu sendiri.

Dan yang keempat,kekuatan dari buku tersebut adalah kaya akan penegasan dan kajian empiris yang makin memperkuat tesis yang sejak awal dibangun oleh ENL. Terlepas bahwa berbagai realitas empiris tersebut merupakan bagian dari pembenaran yang coba dibangun oleh ENL, namun justru disitulah kekuatan dari buku ini. Dengan menyandarkan pada pembenaran empiris, ENL membawa pembaca buku ini setuju dengan kekuatan sebuah strategi dalam mendorong terjadinya perang atau damai.

Dari uraian tersebut diatas, sesungguhnya buku karya ENL ini sangat berguna dan bermanfaat bagi kalangan yang konsern pada kajian strategis. Selain menguaraikan proses perang dan damai dalam konteks penyusunan strategi, buku ini juga mampu merumuskan suatu definisi strategi dengan basis empiris. Setidaknya ada lima keuntungan yang bisa dimanfaatkan oleh kalangan yang konsern terhadap kajian strategis dari buku ini, yaitu: Pertama, buku ini memberikan berbagai persfektif dan alasan logika yang sistematis terkait dengan perang dan damai dalam persfektif perumusan strategis. Dalam konteks ini, sesungguhnya dapat dipahami apabila buku ini terasa kuat menegaskan bahwa suatu strategi disusun merupakan bagian dari proses suatu negara untuk berdamai atau perang.

Kedua, buku ini menggambarkan bagaimana proses perumusan dari strategi, dengan menyandingkan antara pilihan perang/militer, dengan pilihan diplomasi. Dalam konteks ini, ENL menegaskan bahwa keduanya merupakan hal yang penting. Hanya saja pada penekanan penggunaan kekuatan militer merupakan bagian yang terpenting apabila terjadi kebuntuan diplomasi.

Ketiga, buku ini berhasil merumuskan suatu definisi dari strategi berdasarkan pada kondisi empiris yang sangat berguna bagi komunitas strategis, setidaknya bila dikaitkan dengan logika perang dan damai yang menjadi kekuatan dari buku ini.

Keempat, uraian tentang paradoksial dari perang dan damai yang disuguhkan secara gamblang oleh ENL sesungguhnya menjadi satu pijakan penting dalam perumusan strategi oleh suatu negara. Hal ini menjelaskan bahwa adanya keparadokkan yang diuraikan oleh ENL menjadi gambaran bahwa perang dan damai sama seperti dua sisi mata uang.

kelima,buku karya ENL ini secara komprehensif mampu memaparkan berbagai kendala dan persoalan dalam merumuskan suatu strategi, mulai dari masalah ekonomi, kepemimpinan politik, hingga kebuntuan politik di parlemen. Artinya, persoalan strategi suatu negara yang tergambar dalam banyak contoh empiris dan berakhir dengan perang memberikan pondasi bagi pembaca untuk lebih memahami proses pembuatan strategi, baik secara logis, maupun empiris.

Dari lima keuntungan yang bisa diambil oleh komunitas strategis sesungguhnya menjadi bagian terpenting bahwa buku karya ENL tersebut sangat berguna untuk melihat logika perang dan damai dalam suatu strategi yang dibuat oleh suatu negara. Terlepas dari itu, kenyataan yang harus ditegaskan adalah bahwa perdebatan dan uraian empiris yang menjadi bangunan penguat dari tesis soal strategi dalam perang dan damai yang dikemukakan oleh ENL dengan sendirinya menjadi makin kokoh. Dan tentu saja buku ini menjadi sangat berguna tidak hanya komunitas strategi, tapi juga yang lainnya.

Dari uraian tersebut di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa buku karya ENL ini memberikan banyak manfaat bagi para pembacanya. Kenyataan empiris dan logika yang hendak dibangun menjadi satu kesatuan yang utuh, antara logika perang dan damai dengan penguatan dari pengalaman empiris. Terlepas dari kekurangan yang menyertai buku ini, namun secara umum, buku ini menjadi bacaan wajib bagi para penggiat dan peneliti kajian strategis. Karena ENL menawarkan suatu formula perumusan dan definisi strategis yang relatif berbeda dengan yang lainnya. Yang tentu saja akan menambah wawasan dan khasanah berpikir dari kita lebih luas lagi.