You are currently browsing the monthly archive for February 2008.

I. Pendahuluan

Perang global melawan terorisme, sebagaimana definisi Campbell seperti ‘Perang Globalisasi Pertama’, hal ini disimbolisasikan oleh banyaknya trend; tendensi meningkatnya Negara-negara untuk berbalik memberi perhatian untuk melakukan kerja sama international dalam pencegahan ancaman keamanan. Perang global melawan terorisme tersebut makin mengemuka setelah terjadinya serangan terrorist ke gedung WTC dan Pentagon, Amerika Serikat yang dikenal dengan Peristiwa 9/11. Peristiwa tersebut menegaskan bahwa perang melawan terorisme menjadi bagian yang terpisahkan dari menjaga agar peradaban manusia tetap terjaga. Terorisme yang berakar dari ketidakpuasan dan ketidakadilan yang berkembang di masyarakat karena ketidakmampuan pemerintah dalam merealisasikan harapan dan tuntutan yang berkembang di masyarakat makin menjadi dengan menggunakan sentimen ideologi; Marxism-Leninism, atau nationalism, dan juga agama. Ideologi-ideologi tersebut menjadi bagian dari upaya untuk melegitimasikan berbagai praktik kekerasan yang menjadi inti dari terorisme. Kebencian kelompok separatism terhadap Negara induk, menjadi satu stimulasi bagi praktik kekerasan dan terror, sebagaimana yang terjadi di Srilanka, antara pemerintah Srilanka dengan kelompok Macan Tamil Ealam, antara Pemerintah Turki dengan kelompok pemberontak Suku Kurdi, antara Pemerintah Philipina dengan MILF,Abu Sayaf, ataupun MLNF, serta sejumlah aksi tindak kekerasan dan terror lainnya, aksi bom bunuh diri dan tindak kekerasan hampir selalu menjadi keseharian di Negara-negara penuh konflik. Read the rest of this entry »