You are currently browsing the monthly archive for October 2008.

Unjuk rasa puluhan anggota Brimob Polda Sulawesi Selatan beberapa hari lalu di Makassar mengundang keprihatinan kita bersama. Pangkal demonstrasi kesatuan elit Polri tersebut terjadi karena masalah tidak kunjung cairnya Sisa Hasil Usaha (SHU) dari koperasi di lingkungan Polda Sulawesi Selatan tersebut. anggota Brimob tersebut merasa bahwa ada ketidakadilan ketika hak mereka sebagai anggota koperasi tidak diperhatikan oleh pimpinan. Apalagi hak tersebut terkait dengan pemenuhan kesejahteraan anggota Brimob dan keluarganya. Bisa jadi jumlahnya tidak terlalu besar, tapi bila dikaitkan dengan gaji bulanan anggota Polri yang masih jauh dari ideal, maka tuntutan tersebut menjadi rasional dan sangat dipahami. Read the rest of this entry »

Abstract:
This paper discusses the role of 88th Detachment of Indonesia Police in local and national election. The role of 88th Detachment of Indonesia Police in elections does not their origin role as Anti Terror Unit, so that’s why, when Densus 88 joint to protect and make secure the National Examination (UN), many people has ben protest, and their demanded to Densus 88 has removed from the UN as security guard. Almost similar with that case, the role of Densus 88 in local and national election has problem also. The protests and warding of by the people was relating with the Densus 88 role is because they do not know about the essential of Densus 88 personnels are part of the police member. However, the Densus 88 role in local and national election is not wide, but specific to protect political process from terror threats.

Kata Kunci: Densus 88, Anti Teror, demokrasi, Pilkada, dan Pemilu Read the rest of this entry »

Sudah hampir lima tahun terakhir di jalan raya kita akan menjumpai anggota Dinas Perhubungan dan anggota polisi lalulintas (Polantas) bahu membahu mengatur lalulintas dengan sigap. Keduanya nampak kompak dalam mengatur kendaraan yang volumenya makin banyak. Di tengah-tengah upaya mengatur lalulintas tersebut, sesekali bercengkarama dan saling menebar senyum. Sesungguhnya pemandangan tersebut telah berlangsung lama, yakni sejak pemberlakukan UU No. 14 Tahun 1992 Tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan. Read the rest of this entry »