You are currently browsing the monthly archive for April 2010.

Langkah Mabes Polri menangkap Susno Duadji (SD) di Bandara Soekarno-Hatta yang hendak ke Singapura dalam rangka berobat makin menegaskan bahwa internal Polri sudah tidak lagi dapat mentolerir sejumlah pernyataan SD terkait dengan maraknya praktik penyimpangan dan Makelar Kasus di Polri. Penangkapan tersebut juga dapat diasumsikan sebagai bentuk penolakan Polri untuk membuka dan memproses berbagai kasus yang diungkap oleh SD tersebut. Dengan kata lain, pimpinan Polri merasa bahwa dengan menangkap SD maka setidaknya guliran tuntutan agar Polri lebih responsive terkait dengan sejumlah praktik penyimpangan dan adanya ‘Markus’ di Polri, sebagaimana pernyataan SD dapat teredam dengan sendirinya.
Namun, logika pimpinan Polri tersebut ternyata salah, guliran dan dukungan, serta simpati berbagai kalangan kepada SD justru makin kuat. Hal ini mencerminkan kepanikan pimpinan Polri terhadap kemungkinan efek yang lebih besar dari sekedar memberantas praktik penyimpangan dan’Markus’ di institusinya. Indikasinya, satu persatu elit pimpinan Polri diindikasikan terlibat dalam praktik-praktik tersebut, baik yang masih menjabat maupun yang akan dan atau telah pensiun. Read the rest of this entry »

Advertisements

Keberadaan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kembali digugat publik. Selama ini banyak pihak merasakan bahwa tugas dan fungsi Satpol PP dirasakan berlebihan dan jauh dari ekspektasi publik. Beberapa kasus yang menghadap-hadapkan masyarakat dengan Satpol PP seperti penggusuran pedagang Kaki Lima, operasi yustisi, penggusuran, dan lain sebagainya hampir selalu menuai masalah dan tak jarang berakhir dengan bentrokan hingga kerusuhan. Kerusuhan di Tanjung Priok yang melibatkan Satpol PP dengan masyarakat berkaitan dengan Sangketa lahan Makam Mbah Priok dengan PT. Pelindo adalah satu dari sekian potret buram peran dan fungsi Satpol PP. Read the rest of this entry »

Sebulan terakhir aparat kepolisian dan Densus 88 AT secara intensif menyisir Aceh Besar dan Pantau Utara Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Langkah ini tak lain karena ditemukan adanya aktivitas pelatihan terorisme yang sama sekali bukan gerakan separatisme. Bahkan yang agak mengejutkan, area pelatihan terorisme tersebut menyebar di wilayah NAD, khususnya di wilayah bekas basis GAM di Aceh seperti Pidie. Yang menarik, dari beberapa temuan dan tertangkapnya para teroris tersebut, sebagian besar bukan orang NAD, dan ada juga yang WNA. Read the rest of this entry »

Guliran pernyataan Susno Duadji (SD) berkaitan dengan dugaan adanya Makelar Kasus (Markus) Pajak di Bareskrim Polri efeknya makin tak terkendali. Hampir semua elemen bangsa mencoba mendalaminya dengan berbagai langkah dan cara, selain Satgas Pemberantasan Mafia Hukum yang getol menindaklanjuti dugaan adanya Markus Pajak tersebut, kini DPR di Komisi III menyambut kemungkinan dibentuknya Panitia Khusus Mafia Pajak. Read the rest of this entry »