You are currently browsing the monthly archive for March 2012.

Meski Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat relatif masih lama, namun masing-masing bakal calon baik yang akan diusung oleh Partai politik maupun yang masih bergerilya politik untuk mendapatkan dukungan untuk maju dalam Pilgub tahun 2013 mendatang. Dalam konteks penguatan demokrasi, apa yang dilakukan para bakal calon maupun partai politik dan jalur perseorangan adalah bagian dari penguatan politik lokal, namun di sisi lain, langkah-langkah tersebut untuk menyongsong pesta demokrasi di Jawa Barat (Jabar) tersebut mengundang ironi politik; di mana baru terbatas pada politik dagang sapi, politik uang, dan jargon semata, di mana program-program yang ditawarkan hanya pemanis politik belaka, benarkah?

Pernyataan tersebut sejatinya telah terjawab dan dibuktikan dari sejumlah pengalaman praktik demokrasi tingkat lokal selama kurun waktu hampir satu setengah dekade reformasi. Di mana demokrasi lokal hanya dikuasai oleh segelintir elit politik, dan publik hanya dijadikan sebagai pelegitimasi politik semata. Begitu pemilukada di menangkan oleh salah satu calon, cepat atau lambat watak elitis, birokratis dan anti rakyat menguat dan pada akhirnya menanggalkan esensi dari dukungan politik rakyat. Kenyataan ini pada akhirnya memosisikan daya tawar politik rakyat di mata para calon tersebut cenderung menguat saat proses pemilihan, dan menukik tajam begitu calon pimpinan daerah terpilih. Read the rest of this entry »

Advertisements

I. Pendahuluan
Generasi muda pada semua zaman dan tempat memegang peranan yang signifikan. Tak heran apabila kemudian generasi muda menjadi pilar dari kokoh tidaknya sebuah Negara. Dinamika yang ada memberikan gambaran bahwa generasi muda memberikan kontribusi yang besar terkait dengan perubahan dan proses pembangunan yang ada. Sejak era Pergerakan Nasional hingga Orde Reformasi, generasi muda menjadi motor penggerak perubahan, sekaligus memastikan bahwa proses perubahan tersebut sesuai dengan tuntutan jaman, dalam konteks pembaruan dan pembangunan bangsa.

Akan tetapi, harus disadari bahwa pada konteks tertentu generasi muda tidak dapat dibiarkan berjalan sendiri, namun membutuhkan stimulasi agar arah geraknya dapat berjalan dengan baik. Sebab, harus diakui bahwa di satu sisi generasi muda memiliki semangat yang menggelora untuk melakukan berbagai aktifitas positif bagi kemajuan bangsa, namun di sisi lain terdapat berbagai godaan yang dapat mengendorkan dan membelokkan tujuan yang telah dirumuskan ke arah yang tidak baik. Dan pada kelanjutannya akan mempengaruhi arah gerak bangsa.

Tulisan ini akan membahas bagaimana kebijakan pemerintah dalam pemberdayaan generasi muda; karakteristik dan permasalahan serta pola kebijakan pemerintah terkait dengan pemberdayaan generasi muda. Read the rest of this entry »