Bom bunuh diri yang terjadi di mesjid Polresta Cirebon jum’at (15 April 2011) lalu serta rangkaian bom paket buku yang terjadi sebelumnya menyisakan tanda tanya di publik. Mengingat sasaran bom bunuh diri tersebut langsung ke ’jantung’ Polri yang diamanahi UU No. 15/2003 tentang Anti Teror sebagai institusi yang berwenang menangani pemberantasan terorisme di Indonesia. Read the rest of this entry »
Dalam sepekan terakhir, perdebatan terkait dengan pembahasan RUU Anti Korupsi dan RUU Intelijen menjadi pemberitaan yang hangat di sejumlah media. Pro dan kontra tersebut berpangkal pada sejumlah pasal dalam RUU tersebut yang dianggap tidak mencerminkan komitmen pemerintah dalam dua hal terkait tersebut: pemberantasan korupsi dan pengefektifan fungsi lembaga intelijen dalam negara demokratik. Read the rest of this entry »
Perhatian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait penanganan tersangka mafia pajak Gayus Tambunan yang diduga melibatkan sejumlah petinggi aparat penegak hukum dan elit politik mendapat apresiasi beragam. Dengan menerbitkan dua belas Instruksi Presiden (Inpres), sebagian kalangan menilainya sebagai sesuatu yang berlebihan dan aksi lempar tanggung jawab. Sebagaimana diketahui pemberantasan Mafia Hukum menjadi salah satu program prioritas Pemerintahan Yudhoyono, yang hingga setahun berjalan belum menunjukkan hasil memuaskan. Tak ayal, terbitnya Inpres tersebut dianggap sebagai bagian dari kegundahan politik Yudhoyono di tengah menurunnya kepercayaan publik kepada pemerintahannya. Read the rest of this entry »
Penyerbuan sejumlah orang yang diduga jaringan teroris ke Polsek Hamparan Perak, Sumatera Utara menyisakan berbagai spekulasi. Hal ini dikarenakan sebagai daerah non konflik, Sumatera Utara terbilang aman dan jauh dari kesan praktik kebrutalan yang banyak terjadi di NAD atau daerah rawan konflik lainnya. Apalagi dengan gugurnya tiga anggota Polri makin menegaskan bahwa jaringan teroris tersebut telah menyatakan perang terbuka pada Polri dan Densus 88 AT, yang menjadi instrumen utama pemberantasan terorisme di Indonesia. Read the rest of this entry »
Setelah tiga minggu publik menunggu siapa yang diajukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi calon Kapolri, akhirnya muncul nama Komjen Timur Pradopo, Kapolda Metro Jaya yang kemudan dalam waktu singkat diangkat sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam). Dengan menyandang bintang tiga, Timur Pradopo kemudian diajukan kembali oleh Kapolri, karena dua nama yang diajukan di awal, yakni, Komjen Nanan Sukarna, dan Komjen Imam Sudjarwo tidak dipilih Yudhoyono dengan berbagai pertimbangan. Meski sempat muncul nama Kabareskrim Komjen Ito Sumardi, karena pertimbangan masa pensiun yang kurang dari setahun lagi, akhirnya nama Timur Pradopo diajukan ke DPR. Read the rest of this entry »